Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Pengibar Bendera Putih di Jalan Sasak Surabaya Minta Maaf

loading...
Pengibar Bendera Putih di Jalan Sasak Surabaya Minta Maaf
Fahim Attamimi, warga Kelurahan Bongkaran, Kecamatan Pabean Cantikan menyampaikan permintaan maaf setelah video protes PPKM Darurat yang dia unggah meresahkan masyarakat. Foto SINDOnews
SURABAYA - Fahim Attamimi, warga Kelurahan Bongkaran, Kecamatan Pabean Cantikan menyampaikan permintaan maaf setelah video protes PPKM darurat yang dia unggah meresahkan masyarakat. Permintaan maaf Fahim disampaikan melalui video berdurasi 1 menit 28 detik dan tersebar diaplikasi Whatsapp.

“Saya Fahim, terkait viralnya video saya, saya ingin memberikan klarifikasi. Yang pertama saya meminta maaf kepada elemen masyarakat, bila mana video saya yang menampilkan bendera putih di kawasan Ampel tersebut membuat keresahan di tengah masyarakat, dan yang kedua saya mengapresiasi kepada pemerintah atas penanggulangan COVID-19,” ujar Fahim seperti dikutip dalam video permintaan maafnya, Sabtu (24/7/2021).

Selanjutnya, Fahim bersepakat atas kesadaranya mencopot bendera putih yang dipasangnya dan mendukung PPKM level 4 di wilayah Ampel. Sebab, dia menyadari wilayah Ampel padat berpotensi sebaran COVID-19. Baca juga:
Petugas Gabungan Bongkar Paksa Kursi Pelaminan Keponakan Wakil Satgas COVID-19

Mereka juga berterima kasih atas bantuan sembako dari Kapolri yang diberikan oleh Polda Jatim kepada waga Ampel, karena dapat meringankan beban masyarakat saat pandemi ini. "Pada prinsipnya, semoga ekonomi rakyat bisa bangkit lagi dan COVID-19 bisa tertangani. Saya siap bersama elemen masyarakat lainnya untuk membangun Indonesia yang lebih baik," ujarnya.



Sebelumnya, dalam video berdurasi 2 menit 17 detik, Fahim Attamimi, membuat video warga Ampel, Jalan Sasak Surabaya, mengibarkan bendera putih sebagai bentuk protes PPKM Darurat. Baca juga: Polisi Ciduk Sejumlah Pemuda yang Diduga Ingin Ikut Demo Tolak PPKM Level 4 di Monas

Protes disampaikan karena usahanya sebagai pedagang baju muslim di kawasan tersebut menurun. Sementara warga Ampel sendiri mayoritas mendukung PPKM level 4 dan taat protokol kesehatan (prokes).
(don)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top