Banyak Petugas Penanganan COVID-19 Tumbang, Satgas Majalengka Rekrut Relawan
Kamis, 22 Juli 2021 - 12:25 WIB
loading...
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Majalengka Gandana Purwana. Foto SINDOnews
A
A
A
MAJALENGKA - Satgas penanganan COVID-19 Kabupaten Majalengka, Jawa Barat (Jabar) memutuskan untuk melakukan perekrutan relawan penanggulangan COVID-19. Rekrutmen tersebut sebagai dampak dari banyaknya petugas yang ‘tumbang’ lantaran terkonfirmasi COVID-19 dan harus menjalani isolasi mandiri (Isoman).
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Majalengka Gandana Purwana mengatakan, keputusan membuka rekrutmen itu berdasarkan hasil rapat dari tim Satgas. Dinas Kesehatan (Dinkes) salah satu instansi yang mengusulkan dibukanya rekrutmen relawan tersebut. Baca juga: Pegawai Positif COVID-19, BPJS Kesehatan Majalengka Tutup Layanan Tatap Muka
“Karena kekurangan tenaga kesehatan (Nakes) maka untuk mem-backup yang Isoman dan segala macem itu, kita melaksanakan rekrutmen untuk di-BKO-kan. Ini keputusan Satgas, tapi yang menyelenggarakannya ditunjuk Dinsos,” kata Gandana.
Dalam pelaksanaannya, proses rekrutmen akan dilakukan oleh instansi terkait. Gandana mencontohkan, untuk posisi perawat dan bidan, nantinya masyarakat yang berminat akan menjalani seleksi di hadapan petugas Dinas Kesehatan.
“(Proses rekrutmennya) Ada satgas dengan tim seleksi. Kan yang lebih tau, kayak Nakes, profesinya ada di Dinkes, profesi itu yang nantinya akan menyeleksinya. Untuk informatika yang menyeleksinya itu Dinas Kominfo,” jelas dia.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Majalengka Gandana Purwana mengatakan, keputusan membuka rekrutmen itu berdasarkan hasil rapat dari tim Satgas. Dinas Kesehatan (Dinkes) salah satu instansi yang mengusulkan dibukanya rekrutmen relawan tersebut. Baca juga: Pegawai Positif COVID-19, BPJS Kesehatan Majalengka Tutup Layanan Tatap Muka
“Karena kekurangan tenaga kesehatan (Nakes) maka untuk mem-backup yang Isoman dan segala macem itu, kita melaksanakan rekrutmen untuk di-BKO-kan. Ini keputusan Satgas, tapi yang menyelenggarakannya ditunjuk Dinsos,” kata Gandana.
Dalam pelaksanaannya, proses rekrutmen akan dilakukan oleh instansi terkait. Gandana mencontohkan, untuk posisi perawat dan bidan, nantinya masyarakat yang berminat akan menjalani seleksi di hadapan petugas Dinas Kesehatan.
“(Proses rekrutmennya) Ada satgas dengan tim seleksi. Kan yang lebih tau, kayak Nakes, profesinya ada di Dinkes, profesi itu yang nantinya akan menyeleksinya. Untuk informatika yang menyeleksinya itu Dinas Kominfo,” jelas dia.
Lihat Juga :