Gini Ratio di Jatim Naik, Ketimpangan Warga Miskin-Kaya Makin Lebar
Sabtu, 17 Juli 2021 - 14:01 WIB
loading...
Foto ilustrasi SINDOnews
A
A
A
SURABAYA - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur (Jatim) menyebutkan, pada Maret 2021, tingkat ketimpangan pengeluaran warga Jatim yang diukur dengan Gini Ratio tercatat sebesar 0,374. Angka ini naik sebesar 0,010 poin jika dibandingkan dengan September 2020 yang sebesar 0,364.
Gini Ratio di daerah perkotaan pada Maret 2021 tercatat sebesar 0,387, naik dibandingkan Gini Ratio September 2020 yang sebesar 0,373. Sedangkan Gini Ratio di daerah perdesaan pada Maret 2021 tercatat sebesar 0,324, naik dibandingkan Gini Ratio September 2020 yang sebesar 0,318. Baca juga: Capai USD18,85 Miliar, Ekspor RI Bulan Juni Melejit 54,4%
Gini Ratio di Jatim pada Maret 2011 tercatat sebesar 0,374 dan menurun menjadi 0,351 pada September 2011. Selanjutnya, Gini Ratio cenderung meningkat hingga mencapai angka tertinggi pada Maret 2015, yaitu sebesar 0,415. Pada periode September 2015 nilai Gini Ratio mulai turun menjadi 0,403 dan cenderung menurun hingga mencapai angka 0,396 pada Maret 2017.
"Sementara pada September 2017, Gini Ratio meningkat kembali menjadi 0,415. Lalu pada Maret 2018 turun 0,379, dan cenderung menurun menjadi sebesar 0,374 pada Maret 2021," kata Kepala BPS Jatim , Dadang Hardiwan, dalam rilisnya, Sabtu (17/7/2021).
Selain Gini Ratio ukuran ketimpangan lain yang sering digunakan adalah persentase pengeluaran pada kelompok penduduk 40 persen terbawah atau yang dikenal dengan ukuran ketimpangan Bank Dunia. Berdasarkan ukuran ini tingkat ketimpangan dibagi menjadi 3 kategori.
Gini Ratio di daerah perkotaan pada Maret 2021 tercatat sebesar 0,387, naik dibandingkan Gini Ratio September 2020 yang sebesar 0,373. Sedangkan Gini Ratio di daerah perdesaan pada Maret 2021 tercatat sebesar 0,324, naik dibandingkan Gini Ratio September 2020 yang sebesar 0,318. Baca juga: Capai USD18,85 Miliar, Ekspor RI Bulan Juni Melejit 54,4%
Gini Ratio di Jatim pada Maret 2011 tercatat sebesar 0,374 dan menurun menjadi 0,351 pada September 2011. Selanjutnya, Gini Ratio cenderung meningkat hingga mencapai angka tertinggi pada Maret 2015, yaitu sebesar 0,415. Pada periode September 2015 nilai Gini Ratio mulai turun menjadi 0,403 dan cenderung menurun hingga mencapai angka 0,396 pada Maret 2017.
"Sementara pada September 2017, Gini Ratio meningkat kembali menjadi 0,415. Lalu pada Maret 2018 turun 0,379, dan cenderung menurun menjadi sebesar 0,374 pada Maret 2021," kata Kepala BPS Jatim , Dadang Hardiwan, dalam rilisnya, Sabtu (17/7/2021).
Selain Gini Ratio ukuran ketimpangan lain yang sering digunakan adalah persentase pengeluaran pada kelompok penduduk 40 persen terbawah atau yang dikenal dengan ukuran ketimpangan Bank Dunia. Berdasarkan ukuran ini tingkat ketimpangan dibagi menjadi 3 kategori.
Lihat Juga :