Klaster Keluarga Melejit, Anak 5 Tahun ke Bawah Paling Banyak Jadi Korban Meninggal
Kamis, 15 Juli 2021 - 13:02 WIB
loading...
A
A
A
"Kegiatan berkumpul warga pun menjadi cara virus corona menyebar dari satu orang yang terinfeksi ke orang lain dengan mudah. Sebab, biasanya saat warga sudah berkumpul, jaga jarak sulit sekali diterapkan,” ungkapnya.
Andri juga menjelaskan, faktor lain dari melejitnya klaster keluarga ketika melakukan liburan, piknik atau jalan-jalan ke tempat publik yang ramai. Hal ini juga meningkatkan risiko klaster keluarga bisa terjadi. Sebab, anggota keluarga berpotensi membawa virus saat kembali ke lingkungan rumah atau warga. Baca juga: Gerakan Santri Bermasker, Kapolda Ingin Wujudkan Jatim Bebas Covid-19
“Anak-anak kita harus dilindungi. Protokol kesehatan COVID-19 sebaiknya juga dilakukan di dalam rumah, apalagi kalau ada keluarga yang baru beraktivitas di ruang publik. Memastikan sirkulasi udara di dalam rumah berjalan dengan baik, dengan cara sering membuka jendela maupun pintu agar udara bisa bergantian,” ucapnya.
Bahkan, katanya, walaupun sesama anggota keluarga, durasi dalam berinteraksi juga sebaiknya dibatasi termasuk tetap melakukan physical distancing. Termasuk ketika menggunakan alat makan yang berbeda dan segera cuci alat makan setelah menggunakannya.
“Untuk menekan munculnya klaster keluarga dengan cara menerapkan gaya hidup sehat agar tidak mudah terserang virus, termasuk berolahraga dan mengonsumsi makanan serta minuman sehat,” sambungnya.
Andri juga menjelaskan, faktor lain dari melejitnya klaster keluarga ketika melakukan liburan, piknik atau jalan-jalan ke tempat publik yang ramai. Hal ini juga meningkatkan risiko klaster keluarga bisa terjadi. Sebab, anggota keluarga berpotensi membawa virus saat kembali ke lingkungan rumah atau warga. Baca juga: Gerakan Santri Bermasker, Kapolda Ingin Wujudkan Jatim Bebas Covid-19
“Anak-anak kita harus dilindungi. Protokol kesehatan COVID-19 sebaiknya juga dilakukan di dalam rumah, apalagi kalau ada keluarga yang baru beraktivitas di ruang publik. Memastikan sirkulasi udara di dalam rumah berjalan dengan baik, dengan cara sering membuka jendela maupun pintu agar udara bisa bergantian,” ucapnya.
Bahkan, katanya, walaupun sesama anggota keluarga, durasi dalam berinteraksi juga sebaiknya dibatasi termasuk tetap melakukan physical distancing. Termasuk ketika menggunakan alat makan yang berbeda dan segera cuci alat makan setelah menggunakannya.
“Untuk menekan munculnya klaster keluarga dengan cara menerapkan gaya hidup sehat agar tidak mudah terserang virus, termasuk berolahraga dan mengonsumsi makanan serta minuman sehat,” sambungnya.
(don)
Lihat Juga :