Klaster Keluarga Melejit, Anak 5 Tahun ke Bawah Paling Banyak Jadi Korban Meninggal
Kamis, 15 Juli 2021 - 13:02 WIB
loading...
Vaksinasi bagi anak-anak terus dilakukan untuk menciptakan herd immunity. Sampai saat ini klaster keluarga masih mendominasi lonjakan kasus penularan COVID-19. SINDOnews/dok
A
A
A
SURABAYA - Kasus penularan COVID-19 terus merajalela di Jatim. Penerapan PPKM Darurat belum bisa menekan kasus terkonfirmasi COVID-19. Dalam Covid19.go.id per tanggal 14 Juli 2021 tercatat jumlah kasus terkonfirmasi positif di Jawa Timur sebanyak 203.372 kasus atau 7,6% kontribusi nasional.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Provinsi Jawa Timur Dr. Andriyanto, SH, MKes menuturkan, tercatat dari 203.372 kasus positif di Jawa Timur tersebut, terdapat 14.445 jiwa yang meninggal dunia, dan jumlah jiwa yang meninggal tersebut 84 merupakan anak-anak.
“Ini menyedihkan, klaster keluarga terus naik. Dari 84 anak-anak yang meninggal itu, sebanyak 43 anak usia 0-5 tahun dan 41 anak usia 6–18 tahun,” kata Andri, panggilan akrabnya, Kamis (15/7/2021). Baca juga: Mencemaskan Bangkalan Zona Merah COVID-19, Penambahan Kasusnya Tertinggi di Jatim
Ia melanjutkan, kejadian lonjakan kasus COVID-19 di Jawa Timur ini banyak terjadi pada klaster keluarga. Lonjakan klaster keluarga bermula dari penyebaran virus corona yang berasal dari anggota keluarga atau orang yang tinggal serumah. Biasanya, penyebaran berawal dari seseorang yang sudah lebih dahulu tertular lalu menularkannya pada anggota keluarga lain.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan klaster keluarga semakin masif antara lain membiarkan anak-anak bermain bersama di lingkungan komplek atau perumahan tanpa protokol kesehatan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Provinsi Jawa Timur Dr. Andriyanto, SH, MKes menuturkan, tercatat dari 203.372 kasus positif di Jawa Timur tersebut, terdapat 14.445 jiwa yang meninggal dunia, dan jumlah jiwa yang meninggal tersebut 84 merupakan anak-anak.
“Ini menyedihkan, klaster keluarga terus naik. Dari 84 anak-anak yang meninggal itu, sebanyak 43 anak usia 0-5 tahun dan 41 anak usia 6–18 tahun,” kata Andri, panggilan akrabnya, Kamis (15/7/2021). Baca juga: Mencemaskan Bangkalan Zona Merah COVID-19, Penambahan Kasusnya Tertinggi di Jatim
Ia melanjutkan, kejadian lonjakan kasus COVID-19 di Jawa Timur ini banyak terjadi pada klaster keluarga. Lonjakan klaster keluarga bermula dari penyebaran virus corona yang berasal dari anggota keluarga atau orang yang tinggal serumah. Biasanya, penyebaran berawal dari seseorang yang sudah lebih dahulu tertular lalu menularkannya pada anggota keluarga lain.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan klaster keluarga semakin masif antara lain membiarkan anak-anak bermain bersama di lingkungan komplek atau perumahan tanpa protokol kesehatan.
Lihat Juga :