Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Kisah UMKM Populerkan Kuliner Se'i Sapi, Ekosistem Digital Berkontribusi pada Kesuksesannya

loading...
Kisah UMKM Populerkan Kuliner Sei Sapi, Ekosistem Digital Berkontribusi pada Kesuksesannya
Head of Marketing dan RnD Sei Sapi Kana, Banyubiru di Gerai Pusatnya di Yogyakarta.Foto/ist
SURABAYA - Makanan khas asal Kupang, Nusa Tenggara Timur, se'i sapi saat ini populer di kalangan pecinta kuliner . Se'i Sapi merupakan irisan daging sapi asap yang dipanggang dengan batok kelapa selama berjam-jam. Se’i Sapi Kana adalah pionir se’i daging sapi di beberapa tempat di Indonesia karena sebelumnya Se’i selalu menggunakan daging babi di tempat asalnya.

Saat pertama kali diluncurkan di Yogyakarta tahun 2019 lalu, Se’i Sapi Kana terus mempopulerkan masakan khas Indonesia Timur ini dengan menyediakan berbagai macam variasi menu.

Untuk sambal, mereka mempertahankan sambal asli dari Indonesia Timur, Sambal Lu’at sebagai menu andalannya dan juga menyediakan varian lain seperti rica-rica, lada hitam, sambal hijau dan sambal matah.

Baca juga: Panen Raya, Petani Ponorogo Malah Menjerit karena Gabah Mereka Tak Laku



Variasi menu ini tidak disangka sangat digemari dan diterima oleh masyarakat yang lebih luas dan berkontribusi atas popularitas Se’i Sapi Kana secara umum. Perjalanan membawa Se’i ke industri kuliner Indonesia juga didukung dengan kehadiran bisnis dan peluang di ranah digital.

Head of Marketing dan RnD dari Se’i Sapi Kana, Banyubiru menyatakan, dalam perjalanan pengembangan bisnis ini fokus menggunakan media sosial sebagai alat promosi merek. Selain media sosial, Se’i Sapi Kana juga terus memanfaatkan peluang yang diberikan oleh platform digital yang menawarkan layanan pesan-antar online seperti GrabFood untuk menjangkau khalayak yang lebih luas.

Banyubiru menjelaskan, bisnisnya menjadikan GrabFood sebagai platform utama untuk layanan pengantaran online. Platform digital telah menghasilkan awareness atau kesadaran pasar yang lebih baik, dan juga mendorong penjualan dine-in.

Dari segi awareness pasar, dua atau tiga tahun lalu, Se’i Sapi adalah menu yang cukup sulit ditemukan di kalangan masyarakat Indonesia. Ketika Se’i Sapi Kana mencapai puncak popularitasnya, sulit untuk mengelola permintaan yang masuk untuk layanan dine-in. GrabFood berperan dalam menyokong operasional Se’i Sapi Kana.

Baca juga: Kesadaran Masyarakat Bayar Pajak Tinggi, Transaksi Tokopedia E-Samsat di Jawa Timur Meningkat 12 Kali
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top