Strategi Raja Mataram Percepat Pembangunan Istana Megah, Sayembara hingga Kerahkan 300 Ribu Warga

Selasa, 22 April 2025 - 06:55 WIB
loading...
Strategi Raja Mataram...
Pemindahan Istana Mataram diperintahkan oleh Sultan Amangkurat I saat memerintah usai Sultan Agung bertahta. Foto/SindoNews
A A A
SEMARANG - Pemindahan Istana Mataram diperintahkan oleh Sultan Amangkurat I saat memerintah usai Sultan Agung bertahta. Istana Plered yang digadang-gadang jadi istana megah itu dibangun dengan melibatkan 300.000 warga Mataram. Proyek ambisius itu dimulai seiring sang sultan memerintah di Kesultanan Mataram.

Sultan Amangkurat I juga tak segan membuka audisi besar-besaran untuk memindahkan keraton di hari pertamanya pada hari Senin. Langkah ini untuk mempercepat proses pembangunan istana baru yang megah. Sang Raja pula secara langsung mengumumkan bahwa kota baru akan dibangun dari batu bata dan bernama Plered, sesuai dengan pikiran ayahnya Sultan Agung.

Istana baru itu dibangun dengan tembok keliling istana terdapat bangunan-bangunan air di luarnya. Bahkan bangunan air megah itu konon sudah didirikan dahulu sebelum keraton itu didirikan, sebagaimana dikutip SindoNews, Selasa (22/4/2025) dari buku "Disintegrasi Mataram: Dibawah Mangkurat I", dari H.J. De Graaf.

Baca juga: Isyarat Pangeran Purbaya Penggal 2 Dalang Pemberontakan di Kerajaan Mataram

Menurut Babad Sangkala, pada 1565 J atau mulai 2 Maret 1643, ketika masih dalam masa pemerintahan Sultan Agung, bendungan atau plered sudah mulai dibangun dan inilah yang dijadikan nama untuk keraton yang baru itu. Bahkan Cronological Table susunan Raffles membenarkan berita ini adalah sebelum 1566 J (mulai 10 Maret 1644) dengan tulisan suatu danau buatan dibangun di Plered.

Menurut Babad Momana, pembuatan danau itu dilanjutkan pada 1574, atau mulai 14 Desember 1651) dengan pembangunan suatu bendungan besar di Segarayasa. Pada 1658 pekerjaan itu diteruskan. Bahkan rakyat dari daerah Karawang dipanggil ke Mataram untuk bekerja pada bendungan itu.

Konon akibat proyek ambisius itu membuat rakyat Karawang tak bisa menyemai dan menanam padi. Tidak mengherankan bahwa timbul kekurangan beras. Hasil jerih payah mereka agaknya berupa perluasan danau. Susuhunan dan permaisuri pergi dengan kereta ke "kolam yang baru digali", yang empat hari kemudian akan dinamakan "Segarayasa".
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bertolak ke NTB, Presiden...
Bertolak ke NTB, Presiden Prabowo Bakal Resmikan Bendungan Meninting di Lombok Barat
Pasukan Intelijen Mematikan...
Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu, Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen
Pangeran Sambernyawa...
Pangeran Sambernyawa Pimpin Pasukannya dengan Semboyan Tiji Tibeh, Bikin Belanda Kocar-kacir
Prabowo 5 Kali Kunjungi...
Prabowo 5 Kali Kunjungi Daerah Bencana, Istana: Ingin Pastikan Pemulihan Berjalan Cepat
Prabowo Janji Perbaiki...
Prabowo Janji Perbaiki Jembatan dan Bendungan di Aceh yang Terdampak Banjir
Kisah Strategi Cerdik...
Kisah Strategi Cerdik Panembahan Senopati Bikin Pasukan Pajang Kabur dari Mataram
Istana Belum Terima...
Istana Belum Terima Usulan Jaksa Agung soal Jampidsus Baru Pengganti Febrie Adriansyah
Bendungan Sidan dan...
Bendungan Sidan dan Keureuto Diresmikan, Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air dan Pangan
Dampingi Presiden Resmikan...
Dampingi Presiden Resmikan Lima Bendungan, AHY: Perkuat Swasembada Pangan, Air dan Energi
Rekomendasi
FIFA Selidiki Spanduk...
FIFA Selidiki Spanduk Kontroversial Argentina soal Kepulauan Falkland
3 Brigjen Pol Dimutasi...
3 Brigjen Pol Dimutasi Kapolri ke Divkum Polri pada Juni 2026, Ini Daftar Namanya
Raffi Ahmad Doakan Kesembuhan...
Raffi Ahmad Doakan Kesembuhan Desta Usai Matanya Kena Bola Padel: Yang Perhatian Cuma Aku
Berita Terkini
24 Penumpang KM Nurul...
24 Penumpang KM Nurul Salsa Belum Ditemukan, Basarnas Lanjutkan Pencarian
Jelang Pelimpahan Tersangka...
Jelang Pelimpahan Tersangka Don Ritto dan Barang Bukti, Brimob Bersenjata Lengkap Berjaga
4.132 Personel Gabungan...
4.132 Personel Gabungan Dikerahkan Kawal Aksi Demo Mahasiswa di Monas
20 Tahun Tsunami Pangandaran,...
20 Tahun Tsunami Pangandaran, Ahli: Megathrust Ancaman Nyata
Marak Kepala Daerah...
Marak Kepala Daerah Terjerat OTT, Mendagri Dorong Pembatasan Biaya Kampanye
Prabowo: Pemimpin Indonesia...
Prabowo: Pemimpin Indonesia Bukan Pemimpin yang Bodoh, Naif, ataupun Penakut
Infografis
800 Ribu Warga Korut...
800 Ribu Warga Korut Gabung Militer, Siap Perang dengan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved