IDI Kritisi Perwali Protokol Kesehatan Diterbitkan Pemkot Makassar
Rabu, 27 Mei 2020 - 15:49 WIB
loading...
Humas IDI Kota Makassar, dr Wachyudi Muchsin. Foto: Istimewa
A
A
A
MAKASSAR - Peraturan Wali Kota (Perwali) Makassar Nomor 31 Tahun 2020 tentang Protokol Kesehatan menuai sorotan. Regulasi ini dinilai kurang detail dan tegas dalam upaya menekan penyebaran virus corona alias COVID-19.
Berbagai kebijakan yang berlandaskan Perwali juga dianggap terlalu dini dan bertentangan dengan kebijakan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.
Pj Wali Kota Makassar, Yusran Jusuf, diketahui melonggarkan berbagai kegiatan masyarakat di tengah pandemi Corona . Mulai dari pembukaan tempat usaha, termasuk mal hingga kegiatan sosial budaya termasuk resepsi pernikahan. Kebijakan itu dikhawatirkan akan memicu ledakan kasus COVID-19 dengan berbagai klaster baru. Terlebih, tren kasus COVID-19 di daerah ini cenderung meningkat.
Humas Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Makassar, dr Wachyudi Muchsin, berpendapat Perwali tentang Protokol Kesehatan memang kurang detail dan tegas. Ia juga membeberkan sejumlah saran dari IDI diabaikan Pj Wali Kota. Diketahui sebelum membuat Perwali, Pj Wali Kota sempat menyambangi pihak IDI meminta saran dan masukan.
Wachyudi menceritakan kala itu, pihaknya menyarankan membuat Perwali yang detail dan tegas. Musababnya, protokol kesehatan itu gampang disebut tapi penerapannya sulit. Olehnya itu, Perwali yang dibuat harus lebih ketat dan rinci mengatur apa yang boleh dan tidak, termasuk sanksi tegas bagi pelanggar.
Baca Juga: Ketua DPRD Sulsel Sesalkan Keputusan Pj Wali Kota Makassar
Berbagai kebijakan yang berlandaskan Perwali juga dianggap terlalu dini dan bertentangan dengan kebijakan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.
Pj Wali Kota Makassar, Yusran Jusuf, diketahui melonggarkan berbagai kegiatan masyarakat di tengah pandemi Corona . Mulai dari pembukaan tempat usaha, termasuk mal hingga kegiatan sosial budaya termasuk resepsi pernikahan. Kebijakan itu dikhawatirkan akan memicu ledakan kasus COVID-19 dengan berbagai klaster baru. Terlebih, tren kasus COVID-19 di daerah ini cenderung meningkat.
Humas Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Makassar, dr Wachyudi Muchsin, berpendapat Perwali tentang Protokol Kesehatan memang kurang detail dan tegas. Ia juga membeberkan sejumlah saran dari IDI diabaikan Pj Wali Kota. Diketahui sebelum membuat Perwali, Pj Wali Kota sempat menyambangi pihak IDI meminta saran dan masukan.
Wachyudi menceritakan kala itu, pihaknya menyarankan membuat Perwali yang detail dan tegas. Musababnya, protokol kesehatan itu gampang disebut tapi penerapannya sulit. Olehnya itu, Perwali yang dibuat harus lebih ketat dan rinci mengatur apa yang boleh dan tidak, termasuk sanksi tegas bagi pelanggar.
Baca Juga: Ketua DPRD Sulsel Sesalkan Keputusan Pj Wali Kota Makassar
Lihat Juga :