Gunakan Surat Rapid Antigen Palsu, Oknum CPNS Bangka Barat Diamankan
Rabu, 07 Juli 2021 - 20:50 WIB
loading...
Pos TNI AL Muntok lokasi diamankannya oknum CPNS yang diduga menggunakan surat rapid antigen palsu, Rabu (7/7/21). Foto: iNews.id/Rizki Ramadhani
A
A
A
BANGKA BARAT - Salah seorang oknum CPNS di Bangka Barat diamankan petugas Pelabuhan Tanjung Kalian , karena diduga telah menggunakan surat keterangan rapid antigen COVID-19 palsu .
Dugaan pemalsuan tersebut terungkap, setelah petugas di Pelabuhan Tanjung Kalian mencurigai isi surat rapid antigen serta dilakukan pengembangan yang menyebutkan nama salah satu seorang dokter yang bekerja di RSUD Sejiran Setason.
Baca juga: 11 Warga Positif COVID-19, Satu RT di Bangka Barat Berlakukan PPKM Mikro
“Yang bersangkutan akan melakukan perjalanan menyebrang ke Palembang dan menggunakan rapid palsu dengan kop surat RSUD Sejiran Setason, ini terungkap karena ketelitian dari petugas kita di pelabuhan, akhirnya diketahui rapid tersebut palsu dan juga telah dikonfirmasi ke pihak RSUD, yang membenarkan rapid itu dipalsukan,” kata Sekretaris Satgas Penanganan COVID-19 Bangka Barat, Sidharta Gautama, Rabu (7/7/21).
Pihaknya bersama tim terkait masih melakukan proses pengembangan lebih lanjut. “Untuk tindakan selanjutnya masih sedang kita dalami bersama tim, karena dalam tim kita semua terlibat, ada unsur TNI Polri dan otoritas pelabuhan serta Satpol PP, jadi sedang kita dalami dulu permasalahannya nanti akan kita info kalo sudah jelas kelanjutan kasusnya,” katanya.
Dugaan pemalsuan tersebut terungkap, setelah petugas di Pelabuhan Tanjung Kalian mencurigai isi surat rapid antigen serta dilakukan pengembangan yang menyebutkan nama salah satu seorang dokter yang bekerja di RSUD Sejiran Setason.
Baca juga: 11 Warga Positif COVID-19, Satu RT di Bangka Barat Berlakukan PPKM Mikro
“Yang bersangkutan akan melakukan perjalanan menyebrang ke Palembang dan menggunakan rapid palsu dengan kop surat RSUD Sejiran Setason, ini terungkap karena ketelitian dari petugas kita di pelabuhan, akhirnya diketahui rapid tersebut palsu dan juga telah dikonfirmasi ke pihak RSUD, yang membenarkan rapid itu dipalsukan,” kata Sekretaris Satgas Penanganan COVID-19 Bangka Barat, Sidharta Gautama, Rabu (7/7/21).
Pihaknya bersama tim terkait masih melakukan proses pengembangan lebih lanjut. “Untuk tindakan selanjutnya masih sedang kita dalami bersama tim, karena dalam tim kita semua terlibat, ada unsur TNI Polri dan otoritas pelabuhan serta Satpol PP, jadi sedang kita dalami dulu permasalahannya nanti akan kita info kalo sudah jelas kelanjutan kasusnya,” katanya.
Lihat Juga :