Pasangan Lansia Miskin di Pekalongan Tidur Bareng Ayam Peliharaan
Rabu, 27 Mei 2020 - 08:49 WIB
loading...
Mbah Deman dan Mbah Wasri, saat di rumahnya yang sederhana di Desa Kaibahan, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan. FOTO/iNews/SURYONO SUKARNO
A
A
A
PEKALONGAN - Pasangan suami istri lansia di Kabupaten Pekalongan hidup memprihatinkan di rumahnya. Kondisi tempat tinggalnya rusak dan tak layak huni . Bahkan untuk tidur pun, keduanya harus berbagi tempat dengan ayam dan kelinci peliharaan.
Pasutri itu adalah Mbah Deman dan Mbah Wasri, warga Desa Kaibahan, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan . Untuk bertahan hidup, kakek nenek yang telah berusia 70 tahun itu menjadi buruh tani dan mengandalkan bantuan dari tetangga dan dermawan. Di tengah pandemi virus corona ini kondisinya semakin sulit.
Rumah Mbah Deman dan Mbah Wasri sangat sederhana. Lantainya masih tanah. Dindingnya dari kayu dan bambu. Sebagian besar kondisinya rusak, lapuk, sehingga rawan ambruk. Atapnya juga banyak yang bocor. Tidak ada barang berharga di dalam rumahnya. Malah terkesan kumuh karena rumah ini juga dijadikan kandang ayam, bebek, dan burung dara. (Baca juga: Warga Pekalongan Antre dan Berdesakan untuk Mengambil BLT )
"Saya sudah tiga tahun menempati rumah ini, tapi tak bisa memperbaiki rumah yang rusak ini karena tak ada biaya. Untuk makan dan kebutuhan sehari-hari bekerja buruh tani tapi saya sering sakit, sehingga tidak cukup. Bantuan dari pemerintah baru dapat sembako kemarin menjelang Lebaran, sebelumnya tidak pernah mendapat bantuan apapun," kata Mbah Deman, Rabu (27/5/2020).
Meski tergolong warga tidak mampu, pasangan lansia ini belum tercatat menjadi Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Bahkan Mbah Deman juga tidak mendapat Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan lainnya. Bantuan yang dijanjikan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah hingga kini belum juga terealisasi.
Pasutri itu adalah Mbah Deman dan Mbah Wasri, warga Desa Kaibahan, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan . Untuk bertahan hidup, kakek nenek yang telah berusia 70 tahun itu menjadi buruh tani dan mengandalkan bantuan dari tetangga dan dermawan. Di tengah pandemi virus corona ini kondisinya semakin sulit.
Rumah Mbah Deman dan Mbah Wasri sangat sederhana. Lantainya masih tanah. Dindingnya dari kayu dan bambu. Sebagian besar kondisinya rusak, lapuk, sehingga rawan ambruk. Atapnya juga banyak yang bocor. Tidak ada barang berharga di dalam rumahnya. Malah terkesan kumuh karena rumah ini juga dijadikan kandang ayam, bebek, dan burung dara. (Baca juga: Warga Pekalongan Antre dan Berdesakan untuk Mengambil BLT )
"Saya sudah tiga tahun menempati rumah ini, tapi tak bisa memperbaiki rumah yang rusak ini karena tak ada biaya. Untuk makan dan kebutuhan sehari-hari bekerja buruh tani tapi saya sering sakit, sehingga tidak cukup. Bantuan dari pemerintah baru dapat sembako kemarin menjelang Lebaran, sebelumnya tidak pernah mendapat bantuan apapun," kata Mbah Deman, Rabu (27/5/2020).
Meski tergolong warga tidak mampu, pasangan lansia ini belum tercatat menjadi Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Bahkan Mbah Deman juga tidak mendapat Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan lainnya. Bantuan yang dijanjikan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah hingga kini belum juga terealisasi.
Lihat Juga :