Memutus Mata Rantai Penyebaran COVID-19 Melalui Kampung Tangguh

loading...
Memutus Mata Rantai Penyebaran COVID-19 Melalui Kampung Tangguh
Tim relawan dan TNI/Polri di Sidoarjo memperkuat pengawasan masyarakat desa melalui sistem kampung Tangguh. Foto/DOk
SIDOARJO - Pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap ketiga, Tim relawan dan TNI/Polri di Sidoarjo memperkuat pengawasan masyarakat desa melalui sistem kampung Tangguh.

Tim relawan dan TNI/Polri di Sidoarjo, Jawa Timur mulai selasa malam melakukan upaya penguatan pengawasan masyarakat di tingkat desa melalui sistem kampung Tangguh. Melalui kampung tangguh ini, pengawasan aturan PSBB dilakukan oleh masyarakat sendiri dengan dukungan bantuan pangan dan tenaga medis dari pemerintah.

Pelaksanaan kampung tangguh dalam upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19 seiring diberlakukannya PSBB tahap ketiga yang terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. (Baca juga: Kampung Tangguh, Upaya Warga Bersama TNI dan Polri Cegah COVID-19 )

Dengan menggandeng tim relawan dari masyarakat desa yang bekerja sama dengan TNI/Polri, upaya penguatan pengawasan masyarakat dalam menaati aturan psbb tahap ketiga terus dioptimalkan.



Jika sebelumnya pengawasan masyarakat dilakukan oleh pemerintah bersama TNI/Polri namun melalui sistem kampung tangguh ini, pengawasan kini dilakukan langsung oleh masyarakat sendiri melalui tim relawan yang ada di masing-masing desa.

Seperti dilakukan masyarakat Desa Waru, Sidoarjo yang menjadi klaster baru penyebaran COVID-19 di Sidoarjo. Untuk memantau perilaku masyarakat seiring tingginya jumlah warga yang terpapar virus COVID-19, tim relawan turun langsung mengawasi warga yang keluar masuk desa. Penyekatan masyarakat yang masuk ke desa dilakukan langsung oleh relawan dari masyarakat desa setempat.

Melalui sistem kampung tangguh ini, relawan bisa memantau perilaku warga di lokasi zona merah melalui kamera CCTV dan melakukan patroli kesehatan bersama petugas dinas kesehatan dengan menggunakan pakaian apd lengkap.



Tidak hanya mengawasi kedisiplinan warga dalam mematuhi aturan PSBB, melalui sistem kampung tangguh ini relawan juga menyediakan bahan pangan yang diberikan gratis kepada warga yang menjalani isolasi mandiri karena terindikasi terpapar virus COVID-19.

Sementara untuk mendukung kampung tangguh ini, Polda Jatim dan Kodam V Brawijaya menurunkan tenaga Babin dan Babinsa ke desa yang akan melaksanakan tugas bersama relawan untuk mendisiplinkan masyarakat dan mematuhi aturan PSBB.

“Kalau semuanya bisa berjalan lancar, mudah-mudahan teman-teman personel Polri bisa mmebantu masyarakat dalam sistem Kampung Tangguh,” kata Kapolda Jatim Irjen Pol Mohammad Fadil Imran.

Sementara itu, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah mengatakan, pola-pola kampung tangguh seperti di Desa Waru ini, bisa ditularkan kepada kampung lainnya.
(nth)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top