Tukang Ojek Ini Lulus Cumlaude S2 Unair Berbekal Keinginan ke Paris
Minggu, 27 Juni 2021 - 18:37 WIB
loading...
Mukhammad Handy Dwi Wijaya berhasil lulus sebagai wisudawan terbaik dari S2 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga dengan predikat Cumlaude. Foto: Istimewa
A
A
A
SURABAYA - Jalan hidup Mukhammad Handy Dwi Wijaya penuh gejolak, namun dia berhasil melaluinya dengan baik. Dia bahkan berhasil mengakhiri jenjang Strata Dua (S2) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikUniversitas Airlangga ( Unair ), Surabaya , dengan predikat Cumlaude .
Dia menyandang gelar wisudawan terbaik sembari membiyai kuliahnya secara mandiri dengan menjadi pengendara ojek online(ojol). Hal tersebut ia lakukan karena tidak ingin lebih membebani orang tuanya untuk menanggung mahalnya pendidikan dijenjang S2.
Baca juga: Diana, Gadis Cantik Lulusan Unair Gagal Jadi Dosen Malah Terpilih Jadi Kades
“Karena kuliah saya biasanya sore hari, pagi hari mulai jam 06:00 sampai jam 15:00 saya gunakan untuk nge-Grab, kadang juga saya lanjut selepas kuliah hingga target perolehan harian saya tercapai,” katanya, Minggu (27/6/2021).
Mahasiswa kelahiran Mojokerto, 11 Maret 1996 tersebut juga berkeinginan untuk lanjut studi S3 di Universitas Paris. Motivasinya yang tak pernah padam ketika menjalani profesi sebagai tukang ojek.
“Itu cita-cita saya, karena saya sangat mengidolakan Jean Baudrillard melalui teori Hyperreality-nya, semoga saya bisa mendapat beasiswa kesana,” jelasnya
Baca juga: Demi Jemput Sang Istri yang Hilang, Ucok Terbang Langsung ke Magetan
Dia menyandang gelar wisudawan terbaik sembari membiyai kuliahnya secara mandiri dengan menjadi pengendara ojek online(ojol). Hal tersebut ia lakukan karena tidak ingin lebih membebani orang tuanya untuk menanggung mahalnya pendidikan dijenjang S2.
Baca juga: Diana, Gadis Cantik Lulusan Unair Gagal Jadi Dosen Malah Terpilih Jadi Kades
“Karena kuliah saya biasanya sore hari, pagi hari mulai jam 06:00 sampai jam 15:00 saya gunakan untuk nge-Grab, kadang juga saya lanjut selepas kuliah hingga target perolehan harian saya tercapai,” katanya, Minggu (27/6/2021).
Mahasiswa kelahiran Mojokerto, 11 Maret 1996 tersebut juga berkeinginan untuk lanjut studi S3 di Universitas Paris. Motivasinya yang tak pernah padam ketika menjalani profesi sebagai tukang ojek.
“Itu cita-cita saya, karena saya sangat mengidolakan Jean Baudrillard melalui teori Hyperreality-nya, semoga saya bisa mendapat beasiswa kesana,” jelasnya
Baca juga: Demi Jemput Sang Istri yang Hilang, Ucok Terbang Langsung ke Magetan
Lihat Juga :