Mahasiswa Vokasi Unair Praktik Jadi Pengusaha Melalui Demoday Bazzar
Sabtu, 27 Mei 2023 - 00:30 WIB
loading...
Mahasiswa Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (Unair) didorong mengembangkan kemampuan berwirausaha
A
A
A
SURABAYA - Mahasiswa Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (Unair) didorong mengembangkan kemampuan berwirausaha. Mereka diberi kesempatan untuk praktik bisnis langsung melalui kegiatan Demoday Bazzar.
Demoday Bazzar ini diikuti 80 kelompok mahasiswa dari kolaborasi antara 4 program studi diantaranya manajemen pemasaran, akuntansi, bahasa Inggris, dan perpajakan. Kegiatan ini memberi kesempatan mahasiswa untuk praktik menjadi pengusaha.
Para mahasiswa ini sebelumnya mendapatkan bimbingan dari dosen pengampu, mulai dari tahap ide hingga pengemasan produk yang dapat diterima oleh konsumen. Mereka juga dilatih dalam melakukan riset pasar guna mempersiapkan produk yang tidak hanya berupa prototipe, tetapi telah sampai ke tangan konsumen akhir.
Baca juga: Tingkatkan Skill, Santri di Ponorogo Belajar Membuat Kerajinan Tangan
"Dalam acara ini, tidak ada batasan produk yang harus dibuat oleh mahasiswa. Yang terpenting adalah produk tersebut dapat diterima oleh masyarakat. Meskipun mayoritas usaha yang dikembangkan dalam acara ini berfokus pada bidang makanan dan minuman, tetapi juga terdapat proses pengembangan embrio kewirausahaan yang harus ditumbuhkan di tingkat mahasiswa, terutama dalam program studi yang ada," ujar dosen pengampu Mata Kuliah Kewirausahaan, Yanuar Nugroho kepada media.
Demoday Bazzar ini diikuti 80 kelompok mahasiswa dari kolaborasi antara 4 program studi diantaranya manajemen pemasaran, akuntansi, bahasa Inggris, dan perpajakan. Kegiatan ini memberi kesempatan mahasiswa untuk praktik menjadi pengusaha.
Para mahasiswa ini sebelumnya mendapatkan bimbingan dari dosen pengampu, mulai dari tahap ide hingga pengemasan produk yang dapat diterima oleh konsumen. Mereka juga dilatih dalam melakukan riset pasar guna mempersiapkan produk yang tidak hanya berupa prototipe, tetapi telah sampai ke tangan konsumen akhir.
Baca juga: Tingkatkan Skill, Santri di Ponorogo Belajar Membuat Kerajinan Tangan
"Dalam acara ini, tidak ada batasan produk yang harus dibuat oleh mahasiswa. Yang terpenting adalah produk tersebut dapat diterima oleh masyarakat. Meskipun mayoritas usaha yang dikembangkan dalam acara ini berfokus pada bidang makanan dan minuman, tetapi juga terdapat proses pengembangan embrio kewirausahaan yang harus ditumbuhkan di tingkat mahasiswa, terutama dalam program studi yang ada," ujar dosen pengampu Mata Kuliah Kewirausahaan, Yanuar Nugroho kepada media.
Lihat Juga :