Tak Dapat Lahan Makam, Jenazah Pasien COVID-19 Terpaksa Diinapkan di Rumah
Rabu, 23 Juni 2021 - 15:19 WIB
loading...
A
A
A
Namun pemakaman di Cimahi dan Kota Bandung kondisinya juga penuh serta terkendala aspek kewilayahan. Akibatnya jenazah tidak bisa dikirim ke sana. Pihak desa lalu berkonsultasi dengan Pemda KBB melalui Asda II Maman Sulaiman, yang akhirnya diusulkan agar dimakamkan di Rajamandala, Cipatat.
Hanya waktu informasi itu didapat, lanjut Aas, sudah lewat dari jam satu siang. Sementara menurut keterangan Asda II bahwa jika lewat dari jam 12 para penggali makam tidak sanggup. Dikarenakan khawatir sekarang sedang musim hujan dan di lokasi TPU yang tidak ada penerangan, akhirnya disepakati pemakaman ditunda.
"Karena memang sudah sore jadi pemakaman diundur. Baru pada Selasa (22/6/2021) pagi sekitar jam 09.00 WIB korban akhirnya di bawa ke TPU khusus COVID-19 milik Pemda KBB di Rajamandala, Cipatat," sebut Aas.
Diakuinya kasus COVID-19 di wilayah Cilame saat ini cukup tinggi, yakni ada lebih dari 130 orang sempat terkonfirmasi positif. Hanya kebanyakan mereka melakukan isolasi mandiri. Termasuk warga yang meninggal ini sebenarnya ada anak dan menantunya di rumah tersebut yang sedang menjalani isolasi mandiri.
"Akhir-akhir ini kasusnya memang ada kenaikan, kita dari desa berupaya semampunya untuk melakukan antisipasi. Misalnya sosialisasi protokol kesehatan, penyemprotan disinfektan, dan memberi bantuan secara gotong royong bersama warga membantu logistik warga yang isolasi," ujarnya.
Hanya waktu informasi itu didapat, lanjut Aas, sudah lewat dari jam satu siang. Sementara menurut keterangan Asda II bahwa jika lewat dari jam 12 para penggali makam tidak sanggup. Dikarenakan khawatir sekarang sedang musim hujan dan di lokasi TPU yang tidak ada penerangan, akhirnya disepakati pemakaman ditunda.
"Karena memang sudah sore jadi pemakaman diundur. Baru pada Selasa (22/6/2021) pagi sekitar jam 09.00 WIB korban akhirnya di bawa ke TPU khusus COVID-19 milik Pemda KBB di Rajamandala, Cipatat," sebut Aas.
Diakuinya kasus COVID-19 di wilayah Cilame saat ini cukup tinggi, yakni ada lebih dari 130 orang sempat terkonfirmasi positif. Hanya kebanyakan mereka melakukan isolasi mandiri. Termasuk warga yang meninggal ini sebenarnya ada anak dan menantunya di rumah tersebut yang sedang menjalani isolasi mandiri.
"Akhir-akhir ini kasusnya memang ada kenaikan, kita dari desa berupaya semampunya untuk melakukan antisipasi. Misalnya sosialisasi protokol kesehatan, penyemprotan disinfektan, dan memberi bantuan secara gotong royong bersama warga membantu logistik warga yang isolasi," ujarnya.
(shf)
Lihat Juga :