Gawat! 500 SDM Kesehatan di Kota Bandung Terpapar COVID-19
Senin, 21 Juni 2021 - 13:15 WIB
loading...
Sebanyak sekitar 500 SDM kesehatan di Kota Bandung, Jabar terpapar COVID-19 seiring meningkatnya kasus COVID-19 sejak awal Juni lalu. Foto/Ilustrasi/Dok.SINDOnews
A
A
A
BANDUNG - Sekitar 500 sumber daya kesehatan (SDM) kesehatan di Kota Bandung saat ini terpapar COVID-19. Mereka terpapar seiring makin meningkatnya kasus COVID-19 di Kota Bandung sejak awal Juni 2021 lalu.
Baca juga: Kemenkes Izinkan Vaksin Kelompok Usia 18 Tahun Keatas di Bodetabek dan Bandung
"Ya 500 SDM kesehatan saat ini terpapar COVID-19," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Ahyani kepada MNC Portal Indonesia (MPI), Senin (21/6/2021).
Baca juga: Geruduk Balai Kota Surabaya, Ratusan Warga Madura Tuntut Penyekatan Dihentikan
Menurut dia, 500 SDM Kesehatan yang terpapar COVID-19 itu tak hanya tenaga kesehatan seperti dokter dan perawat, tetapi juga beberapa SDM lainnya seperti tenaga kebersihan, administrasi, dan lainnya yang bekerja di fasilitas kesehatan.
Baca juga: Kepung Balai Kota Surabaya, Warga Madura: Kami Capek Tiap Hari Tes Antigen
Saat ini, kata Ahyani, SDM kesehatan itu tidak bekerja di rumah sakit. Mereka sedang melakukan proses perawatan di rumah dan rumah sakit. "Tapi mayoritas mereka melakukan isolasi mandiri," katanya.
Baca juga: Kemenkes Izinkan Vaksin Kelompok Usia 18 Tahun Keatas di Bodetabek dan Bandung
"Ya 500 SDM kesehatan saat ini terpapar COVID-19," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Ahyani kepada MNC Portal Indonesia (MPI), Senin (21/6/2021).
Baca juga: Geruduk Balai Kota Surabaya, Ratusan Warga Madura Tuntut Penyekatan Dihentikan
Menurut dia, 500 SDM Kesehatan yang terpapar COVID-19 itu tak hanya tenaga kesehatan seperti dokter dan perawat, tetapi juga beberapa SDM lainnya seperti tenaga kebersihan, administrasi, dan lainnya yang bekerja di fasilitas kesehatan.
Baca juga: Kepung Balai Kota Surabaya, Warga Madura: Kami Capek Tiap Hari Tes Antigen
Saat ini, kata Ahyani, SDM kesehatan itu tidak bekerja di rumah sakit. Mereka sedang melakukan proses perawatan di rumah dan rumah sakit. "Tapi mayoritas mereka melakukan isolasi mandiri," katanya.
Lihat Juga :