Penyekatan di Suramadu, Sekjen MADAS: Itu Bukan Diskriminasi
Kamis, 17 Juni 2021 - 10:11 WIB
loading...
A
A
A
"Jadi, sekali lagi saya pastikan bahwa wali kota dan jajaran pemkot hadir di penyekatan ini justru untuk membantu dalam pencegahan COVID-19 dari Bangkalan. Kalau sudah dites kan nanti bisa diketahui, oh ini sehat, oh ini gak sehat, sehingga enak nanti bisa dibantu pengobatannya,” ungkapnya.
Sulaiman juga mengaku sudah menelusuri sebuah pamflet yang berisi seruan aksi yang akan digelar besok di Pemkot Surabaya dan Polda Jatim. Menurutnya, pamflet itu dikoordinatori oleh seseorang yang bernama Bob Hasan, dia pun tidak tahu Bob Hasan itu dari komunitas atau ormas Madura apa.
“Saya takutnya ini hanya untuk kepentingan pribadi atau kepentingan kelompok. Yang pasti, kami dari Ormas MADAS mengapresiasi adanya upaya penyekatan dan langkah memutus penularan COVID-19 ,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara memastikan bahwa kebijakan untuk melakukan penyekatan dan tes antigen di Suramadu itu merupakan keputusan bersama antara Gubernur Jawa Timur, Kapolda Jatim, Pangdam V Brawijaya, Bupati Bangkalan, dan Wali Kota Surabaya. Baca juga: Nyalakan Tanda Bahaya, 11 Hari Penyekatan Jembatan Suramadu 354 Orang Positif COVID-19
Jadi, menurut Prajatara, ketika ada lonjakan kasus di Bangkalan beberapa waktu lalu, Forkopimda Jatim langsung tanggap melakukan langkah-langkah antisipasi, termasuk menggelar rapat dengan Forkopimda Surabaya dan Bangkalan.
Sulaiman juga mengaku sudah menelusuri sebuah pamflet yang berisi seruan aksi yang akan digelar besok di Pemkot Surabaya dan Polda Jatim. Menurutnya, pamflet itu dikoordinatori oleh seseorang yang bernama Bob Hasan, dia pun tidak tahu Bob Hasan itu dari komunitas atau ormas Madura apa.
“Saya takutnya ini hanya untuk kepentingan pribadi atau kepentingan kelompok. Yang pasti, kami dari Ormas MADAS mengapresiasi adanya upaya penyekatan dan langkah memutus penularan COVID-19 ,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara memastikan bahwa kebijakan untuk melakukan penyekatan dan tes antigen di Suramadu itu merupakan keputusan bersama antara Gubernur Jawa Timur, Kapolda Jatim, Pangdam V Brawijaya, Bupati Bangkalan, dan Wali Kota Surabaya. Baca juga: Nyalakan Tanda Bahaya, 11 Hari Penyekatan Jembatan Suramadu 354 Orang Positif COVID-19
Jadi, menurut Prajatara, ketika ada lonjakan kasus di Bangkalan beberapa waktu lalu, Forkopimda Jatim langsung tanggap melakukan langkah-langkah antisipasi, termasuk menggelar rapat dengan Forkopimda Surabaya dan Bangkalan.
Lihat Juga :