Penyekatan di Suramadu, Sekjen MADAS: Itu Bukan Diskriminasi
Kamis, 17 Juni 2021 - 10:11 WIB
loading...
Sekretaris Jenderal Madura Asli (MADAS) Sulaiman Darwis. SINDOnews/Aan Haryono
A
A
A
SURABAYA - Sekretaris Jenderal Madura Asli (MADAS) Sulaiman Darwis menentang dan membantah sejumlah tudingan miring tentang penyekatan di Suramadu yang dianggap bentuk diskriminasi kepada warga Madura.
Baginya, saat ini upaya penyekatan di Suramadu merupakan bentuk kepedulian terhadap warga Madura yang ada di Surabaya. Apalagi penularan COVID-19 di Bangkalan terus melonjak. Baca juga: Penularan COVID-19 Kian Masif, Penyekatan di Jembatan Suramadu Jadi 2 Arah
“Justru penyekatan ini untuk membantu warga Madura yang ada di Surabaya. Justru penyekatan ini adalah antisipasi penyebaran COVID-19 dari Kabupaten Bangkalan. Ini bukan berarti diskriminasi, tapi Surabaya peduli kepada sesama,” kata Sulaiman, Rabu (16/6/2021).
Ia melanjutkan, pihaknya bersama teman-temannya dari Ormas MADAS, selalu hadir di penyekatan itu setiap hari dengan sistem piket. Tujuannya tidak lain adalah untuk membantu jajaran Pemkot Surabaya dalam melakukan penyekatan dan tes. Sebab, dia khawatir ada warga Madura yang emosi saat hendak dites.
Makanya, lanjut dia, pihaknya hadir untuk membantu, mungkin ada yang agak emosi untuk dites. Karena itu, pihaknya menghadapinya dengan persuasif.
Baginya, saat ini upaya penyekatan di Suramadu merupakan bentuk kepedulian terhadap warga Madura yang ada di Surabaya. Apalagi penularan COVID-19 di Bangkalan terus melonjak. Baca juga: Penularan COVID-19 Kian Masif, Penyekatan di Jembatan Suramadu Jadi 2 Arah
“Justru penyekatan ini untuk membantu warga Madura yang ada di Surabaya. Justru penyekatan ini adalah antisipasi penyebaran COVID-19 dari Kabupaten Bangkalan. Ini bukan berarti diskriminasi, tapi Surabaya peduli kepada sesama,” kata Sulaiman, Rabu (16/6/2021).
Ia melanjutkan, pihaknya bersama teman-temannya dari Ormas MADAS, selalu hadir di penyekatan itu setiap hari dengan sistem piket. Tujuannya tidak lain adalah untuk membantu jajaran Pemkot Surabaya dalam melakukan penyekatan dan tes. Sebab, dia khawatir ada warga Madura yang emosi saat hendak dites.
Makanya, lanjut dia, pihaknya hadir untuk membantu, mungkin ada yang agak emosi untuk dites. Karena itu, pihaknya menghadapinya dengan persuasif.
Lihat Juga :