Tidak Libatkan Masyarakat, Rapid Test Covid-19 di Tangsel Dikeluhkan Warga

Senin, 20 April 2020 - 15:12 WIB
loading...
Tidak Libatkan Masyarakat,...
Rapit test di Kantor Kelurahan Pondok Aren. Foto: SINDOnews/Hasan Kurniawan
A A A
TANGERANG SELATAN - Pemeriksaan kesehatan rapid test Covid-19 di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mulai dilakukan. Sayang, rapid test ini tidak melibatkan peran serta masyarakat.

Dari sekitar 350 orang yang menjadi target rapid test, pemeriksaan hanya difokuskan ke pengurus RT/RW, pegawai kelurahan, dan kader posyandu. Sedangkan masyarakat, tetap dibiarkan bebas tanpa ada pemeriksaan.

Sejak dimulai jam 9 pagi, pemeriksaan tidak terlalu ramai. Lantaran, setelah mendapat hasil pemeriksaan, warga tidak boleh bergerombol dan langsung disuruh pulang.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Tangsel Apendi mengatakan, rapid test hari ini dilakukan di kantor Kelurahan Pondok Aren, Jombang, dan kantor Kelurahan Lengkong Gudang Timur.

"Saya memantau dua kelurahan, Pondok Aren dan Pondok Jaya. Pemeriksaan hari ini untuk pegawai Kelurahan Pondok Aren dan Pondok Jaya," kata Apendi, di kantor Kelurahan Pondok Aren, Senin (20/4/2020) siang.

Dijelaskan Apendi, target pemeriksaan dua kelurahan itu adalah 350 orang. Hingga pukul 11.49 WIB, sudah ada 135 orang yang melakukan pemeriksaan rapid test Covid-19.

Di tempat yang sama, Lurah Pondok Aren Romi Amirudin, tampak sinis saat ditanya mengapa masyarakat tidak dilibatkan dalam rapid test ini. Dia pun meminta bertanya kepada petugas puskesmas yang melakukan pemeriksaan.

"Petugasnya dari Puskesmas Pondok Aren, tanyanya ke puskesmas, jangan ke kita. Tadi sih diumumin hasilnya masih negatif semua, buktinya semua boleh pulang," ungkapnya.

Romi mengatakan ingin masyarakat dilibatkan. Namun, akhirnya diputuskan agar pengurus RT/RW, kelurahan, dan petugas posyandu dulu yang pertama diperiksa, karena intens berinteraksi warga.

"Sebetulnya kita juga inginnya begitu, kenapa diberikan orang kelurahan, RT/RW, dan kader posyandu, karena mereka yang berhubungan dengan masyarakat bersosialisasi dan informasi. Jadi mereka dulu," tukasnya.

Seperti diketahui, kawasan Pondok Aren dan Pondok Jaya merupakan zona merah penyebaran wabah virus Corona di Tangsel. Angka kematian di wilayah ini cukup tinggi.

Berdasarkan data Gugus Tugas Covid-19 di Kota Tangsel, jumlah kasus Corona di Kecamatan Pondok Aren sebanyak 272 kasus dengan rincian meninggal 16 orang, dan 87 masih dirawat karena ODP dan terkonfirmasi.

Nasrul, salah seorang juru parkir di Mandor Miroh Pondok Aren mengaku prihatin dengan alasan pihak penyelenggara yang lebih mementingkan pejabat ketimbang warganya.

Menurut dia, tidak hanya pejabat pemerintah yang aktif berhubungan dengan orang asing, juru parkir di jalan malah lebih rentan. Apalagi, aktivitas itu dilakukan hampir setiap hari dengan tujuan untuk mencari nafkah.

"Harusnya masyarakat biasa juga diperiksa dong. Kondisi kita juga rentan. Apalagi setiap hari kita berinteraksi dengan orang. Masyarakat sebagai objek penyebaran harus dilibatkan dong. Ini tidak adil," pungkasnya.
(thm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mampu Mendeteksi Virus...
Mampu Mendeteksi Virus Baru, Quicktest Tersedia di 20 Titik di Jakarta
TPU Jombang Ciputat...
TPU Jombang Ciputat Masih Makamkan Jenazah Pasien Covid-19 Rata-rata 5 Orang Per Hari
2 Pekan Isoman di Rumah,...
2 Pekan Isoman di Rumah, Pasangan Kakek Nenek di Cisauk Tangerang Ini Tidak Tersentuh Bantuan
Rekomendasi
Nama Raffi Ahmad Terseret...
Nama Raffi Ahmad Terseret Isu Suap Bea Cukai, Hotman Paris: Bawa Buktimu!
JPU Tolak Seluruh Pledoi...
JPU Tolak Seluruh Pledoi Nadiem, Ada Niat Jahat dalam Kasus Chromebook
Jenderal Sigit Tegaskan...
Jenderal Sigit Tegaskan Polri Tidak Sembarangan Tempatkan Personel di Luar Struktur
Berita Terkini
Haji Ghoni Kembali Dipercaya...
Haji Ghoni Kembali Dipercaya Pimpin Forkabi
Dudung Sidak Pasar Induk...
Dudung Sidak Pasar Induk Kramat Jati, Ini Hasilnya
Bobby Nasution Dukung...
Bobby Nasution Dukung Kongres HMI ke-33 Digelar di Sumatera Utara
Aksi Pelemparan ke KRL...
Aksi Pelemparan ke KRL Masih Terjadi, KAI Commuter Ingatkan Pelaku Bisa Dipenjara 15 Tahun
Gunung Merapi Luncurkan...
Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 2.000 Meter
Gempa M7,8 Filipina...
Gempa M7,8 Filipina Picu Tsunami di Indonesia, Alarm Zona Megathrust yang Terlupakan
Infografis
128.000 Warga Israel...
128.000 Warga Israel Dukung Penghentian Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved