Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Majukan UMKM Jawa Timur, Gubernur Khofifah Terinspirasi Strategi Jack Ma

loading...
Majukan UMKM Jawa Timur, Gubernur Khofifah Terinspirasi Strategi Jack Ma
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat membuka Rakerwil AMSI Jatim.
PASURUAN - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah ( UMKM ) diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Orang nomor satu di Jatim itu terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

"Saya mengikuti bagaimana pikiran-pikiran Jack Ma yang memiliki ritel terbesar di dunia, tanpa harus punya pabrik, tanpa harus punya gudang, tanpa harus punya public transportation tapi bisa menguasai dunia, karena digitalisasi sistem yang sudah dikembangkan," kata Khofifah, dalam acara 'Smart City, Creative Government: Membangun Ekosistem Digital CETTAR Bagi Pembangunan Jawa Timur', yang digelar Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jawa Timur secara daring dan luring, Jumat (11/6/2021).

Baca juga: Gubernur Khofifah Minta Dinas Koperasi Tingkatkan Kinerja K-UMKM

Peluang perkembangan ekonomi digital Indonesia di Asia Tenggara luar biasa. Tahun 2020, nilai ekonomi digital Indonesia sudah mencapai Rp624 triliun, lebih besar daripada Malaysia (Rp153 triliun), Filipina (Rp111 triliun), Singapura (Rp125 triliun), Thailand (Rp250 triliun), dan Viietnam (Rp194 triliun).



Lima tahun kemudian, diperkirakan Indonesia melaju lebih cepat daripada negara-negara Asia Tenggara lainnya, dengan nilai ekonomi digital mencapai Rp 1.726 triliun. Sementara Malaysia Rp417 triliun, Filipina Rp369 triliun, Singapura Rp206 triliun, Thailand Rp737 triliun, dan Vietnam Rp723 triliun. "Jawa Timur sebagai kontributor PDB (Produk Domestik Bruto) terbesar kedua di Indonesia tentu harus lebih cepat masuk pada ruang ini," kata Khofifah.

Baca juga: Rakerwil AMSI Jatim 2021, Dorong Kolaborasi dan Picu Pertumbuhan Ekonomi Digital

Besarnya pengguna e-commerce di Indonesia adalah potensi yang harus dimanfaatkan. Tahun 2021, ada 148 juta orang pengguna dan pada 2024 akan mengalami peningkatan signifikan. "Ini harus kita sampaikan pada pelaku UKM (Usaha Kecil Menengah) dan IKM (Industri Kecil Menengah)," kata Khofifah.

Sekitar 57,25% Produk Domestik Regional Bruto (PDBR) Jatim didukung oleh pelaku UKM. Pelaku UKM juga memberi kontribusi 61% pada PDB nasional. "Jadi memang untuk backbone ekonomi nasional dan Jawa Timur, pelaku UKM besar sekali kontribusinya," kata Khofifah.
(msd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top