Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Guru Sudah Divaksin tapi Brebes Zona Merah, Sekolah Tatap Muka Ditunda

loading...
Guru Sudah Divaksin tapi Brebes Zona Merah, Sekolah Tatap Muka Ditunda
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo meminta Pemkab Brebes melakukan evaluasi terkait persiapan pembelajaran tatap muka. Foto/iNews TV/Taufik Budi
BREBES - Pembelajaran tatap muka (PTM) yang rencananya dilakukan di Brebes diminta ditunda pasca dinyatakan zona merah COVID-19. Meskipun para guru sudah divaksin namun tetap tidak boleh dilaksanakan.

Baca juga: Darurat COVID-19 di Kudus Meluas ke Daerah Lain, Ini Rinciannya!

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo meminta Pemkab Brebes melakukan evaluasi terkait persiapan pembelajaran tatap muka. Meskipun guru-guru sudah divaksin, namun jika masih zona merah maka tidak boleh dilaksanakan PTM.

Baca juga: Sadis, Pasutri Ini Potong Jari dan Kubur Hidup-hidup Keponakan Hingga Tewas



"Terima kasih guru-guru sudah divaksin sebagai persiapan PTM. Tapu kalau nanti zonanya masih merah, titip ya Pak Wakil (Narjo), jangan izinkan dulu. Gunakan data epidemiologi sesuai PPKM mikronya," kata Ganjar saat kunjungan ke Brebes, didampingi Wakil Bupati Brebes, Narjo, Kamis (10/6/2021).

Ganjar menyatakan, penanganan daerah zona merah tak hanya fokus ke Kudus tetapi juga daerah-daerah lain. Salah satunya Brebes, yang dalam beberapa pekan terakhir terjadi lonjakan kasus di daerah paling barat Jawa Tengah itu.

"Ada delapan Kabupaten/Kota di Jateng yang jadi pengawasan kita, termasuk Brebes ini. Maka hari ini saya ketemu Forkompimda Brebes saya minta penerapan protokol kesehatan tidak boleh berhenti," katanya.

Selain itu, Ganjar juga menegaskan upaya tracing dan testing di Kabupaten itu digenjot. Tidak boleh berhenti hanya demi citra politik. Dia meninjau proses vaksinasi bagi guru dan tenaga kependidikan di SMPN 2 Brebes, serta melihat pelaksanaan PPKM mikro di Desa Krasak Kecamatan Brebes.

"Termasuk operasi justisi harus ditingkatkan. Kegiatan keramaian tidak boleh diizinkan dulu," tegasnya.

Ganjar juga meminta Pemkab Brebes menghitung betul bed occupancy rate (BOR) rumah sakit. Harus ada penambahan tempat tidur baik ICU ataupun isolasi di rumah sakit, termasuk menyediakan tempat isolasi terpusat.



"Bisa gunakan beberapa sekolah yang tidak terpakai, agar kalau terjadi situasi mengkhawatirkan semuanya siap dan tidak panik. Dan kalau merasa berat, harus komunikasi dengan daerah tetangga dan juga kami di Pemprov. Pasti kita semua bantu," ucapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Brebes, Narjo mengatakan siap menindaklanjuti instruksi khusus yang diberikan Ganjar. Terkait penambahan tempat tidur di rumah sakit dan tempat isolasi terpusat, Narjo menegaskan siap. "Siap Pak Gub, nanti kita laksanakan," ucapnya.
(shf)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top