Harga Sapi di Indonesia Akan Terus Bergejolak, Ini Penyebabnya

Kamis, 10 Juni 2021 - 11:01 WIB
loading...
A A A
Harga sapi akan makin parah, ketika tidak bisa memenuhi dengan cara impor. Misalnya Indonesia hanya andalkan Australia, tapi populasi sapi di sana turun akibat banjir dan kebakaran. Tahun 2019 bisa 600 sampai 700 ekor. Tahun lalu hanya 400 sapi bakalan. Kecenderungan penurunan akan berlanjut 2021 ini.

"Di sisi lain, pertumbuhan konsumsi daging sapi di Indonesia 6,4 persen. Sementara pertumbuhan produksi hanya 1,3 persen, jadi konsumsi dan produksi akan semakin melebar. Ini akan terus terjadi," imbuh dia. Baca juga: Didorong Pusat Bantu Pasokan Daging Sapi, Peternak Kobar Diminta Tingkatkan Inovasi

Sementara menurut Ketua Umum Komunitas Sapi Indonesia Budiono, salah satu yang menimbulkan gejolak adalah permintaan sapi saat Idul Adha. Menurut dia, permintaan sapi hidup pada Idul Adha akan sulit dibendung. Karena memang masyarakat membutuhkan sapi untuk hewan kurban. Berbeda dengan Idul Fitri, pemerintah bisa melakukan impor dalam bentuk daging beku, atau daging kerbau.

Akibat tidak seimbangnya suplai dan demand, salah satu yang dikhawatirkan adalah dijualnya sapi betina produktif. Sayangnya akan banyak betina produktif banyak dijual. Misalnya di Jawa Timur, populasi sapi betina produktif tinggal 50 persen. Hal itu tak lepas dari adanya pedagang yang mengambil untung sesaat.

"Payahnya lagi, semua sapi yang masuk ke Jakarta, semua dipotong. Tapi memang, di sisi lain tak ada industri yang bisa penuhi sapi. Bahkan daerah lain luar Jawa juga ambil sapi dari Jawa. Mestinya pemerintah ada solusi," imbuh dia.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rifqi Ali Mubarok, Sosok...
Rifqi Ali Mubarok, Sosok di Balik Misi Besar Partai Perindo di Jawa Barat
Hadapi Musim Kemarau,...
Hadapi Musim Kemarau, Petani Jabar Ikuti Edukasi Pentingnya Perubahan Pola Budidaya
Jawa Barat Diprediksi...
Jawa Barat Diprediksi Hujan Sangat Lebat hingga 4 Mei 2026, Rawan Banjir
Anggota DPRD Jabar Soroti...
Anggota DPRD Jabar Soroti Dugaan Praktik Tak Wajar di Perguruan Tinggi
Musda XI Tetapkan Daniel...
Musda XI Tetapkan Daniel Muttaqien Syaifuddin sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat
Waka MPR Ibas: Kelancaran...
Waka MPR Ibas: Kelancaran Irigasi Kunci Sukses Ketahanan Pangan Nasional
Teknologi Fungisida...
Teknologi Fungisida Baru Syngenta Dukung Target Swasembada Beras
Kisah Karin Manuela...
Kisah Karin Manuela di Audisi Miss Indonesia 2026, Bangkit Setelah Gagal Tahun Lalu
Garudafood dan Pemkab...
Garudafood dan Pemkab Sumedang Jalin Kemitraan Strategis Pengembangan Pertanian Kacang Tanah
Rekomendasi
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
FK Unair Kukuhkan Profesor...
FK Unair Kukuhkan Profesor University of Melbourne sebagai Adjunct Professor
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
Berita Terkini
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved