Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Polisi Akhirnya Tangkap Korlap Penjarahan Ratusan Rumah Karyawan Sawit

loading...
Polisi Akhirnya Tangkap Korlap Penjarahan Ratusan Rumah Karyawan Sawit
Rumah salah satu karyawan perusahaan sawit yang diserang dan dijarah oleh para pelaku. Foto: Dok/SINDONEws
PEKANBARU - Polres Kampar, Provinsi Riau akhirnya menangkap otak pelaku dalam kasus intimidasi , pengancaman, pengusiran disertai penjarahan ratusan karyawan perkebunan PT Langgam Harmuni.

Kasat Reskrim Polres Kampar, AKP Berry Juana mengatakan, tersangka yang berhasil dibekuk itu berinisial HST. Dalam kasus intimidasi dan penjarahan, HST berperan sebagai koordinator lapangan untuk menggerakkan massa.

"Hasil penyelikan kita, tersangka berperan sebagai Korlap (Kordinator Lapangam). HST berhasil kita bekuk akhir pekan lalu," kata Berry Rabu (9/6/2021).

Baca juga: Sebelum Ancam Anggota Koramil Rajadesa, Pelaku Hendak Perkosa Adik Ipar Prajurit TNI AD



Baca juga: Dipergoki Anak Selingkuhannya, Wanita Ini Malah Mengancam dengan Pisau https://daerah.sindonews.com/read/451160/174/dipergoki-anak-selingkuhannya-wanita-ini-malah-mengancam-dengan-pisau-1623258403

Dalam kasus pengusiran, petugas telah mengamankan MV yang juga merupakan pentolan dalam aksi tersebut. Kasat memastikan dalam intimidasi ratusan penyidik mengejar aktor intelektual. HST sendiri diketahui mengaku sebagai kuasa dari pengurus Koperasi Petani Sawit Makmur (Kopsa-M).

Baca juga: Hajar Adik Kelas hingga Berujung Kematian, 3 Santri di Deliserdang Jadi Tersangka

Sementara itu, Kuasa Hukum PT Langgam Harmuni, Patar Pangasian menyampaikan apresiasinya kepada aparat kepolisian yang terus melakukan penyelidikan terhadap kasus ini. Dia berharap aktor intelektual dalam kasus ini cepat terungkap. Patar menduga aktor intelektual tersebut berinisial AHz.

“Kita yakin pihak kepolisian dapat mengungkap dan menangkap pelaku utama sehingga kasus ini tak berlarut-larut. Kita sudah serahkan bukti dugaan pelaku intelektual dalam kasus ini," kata Patar.

Baca juga: Sebelum Ancam Anggota Koramil Rajadesa, Pelaku Hendak Perkosa Adik Ipar Prajurit TNI AD



Hingga kini, karyawan yang menjadi korban keganasan para pelaku saat ini masih trauma. Aksi penjarahan, pengusiran, dan penyerangan itu selalu menghantui para korban.

Patar menegaskan bahwa pengusiran ini murni pidana. Dia membantah adanya tudingan sejumlah pihak yang mengaitkan aksi premanisme itu merupakan konflik antara Koperasi KOPSA-M dengan perusahaan perkebunan milik negara, PTPN V.

Patar kembali menegaskan bahwa kasus ini tidak ada hubungannya dengan laporan pihak KOPSA-M atas dugaan PTPN V yang diduga melakukan penyerobotan lahan di wilayah Desa Pangkalan Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar itu. Dimana PTPN V dilaporkan ke KPK dan Bareskrim Polri atas dugaan tersebut. "Ini gak ada hubungannya," tegasnya.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top