Sekolah Tatap Muka di Makassar Harus Dipastikan Aman
Rabu, 09 Juni 2021 - 09:20 WIB
loading...
Sekolah tatap muka di Makassar harus dipastikan aman dan melaksanakan protokol kesehatan. Foto: Sindonews/dok
A
A
A
MAKASSAR - Pelaksanaan sekolah tatap muka di Makassar harus dipastikan tetap aman karena masih pandemi Covid-19 meski sudah ada izin dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Nielma Palamba menegaskan, bahwa Kota Makassar tidak akan memaksakan pergelaran tatap muka bagi sekolah jika tidak siap pada Juli mendatang.
Baca Juga: Dispora Makassar dan KNPI Akan Gowes dan Zumba Bareng
Nielma mengatakan, pergelaran tatap muka harus memenuhi beberapa aspek keamanan, hal itu telah dirumuskan ke dalam 46 indikator sekolah tatap muka yang dibagi ke dalam 4 komponen.
"Jadi bisa tidaknya itu dari hasil verifikasi. Jadi saya tidak bisa pastikan semua sekolah bisa penuhi semua indikatornya, dan jangan dipaksakan, karenakan kesehatan di atas segalanya," ucap Nielma.
Komponen tersebut diantaranya administrasi, jadwal, fasilitas dan faktor resiko. Nielma menjelaskan bahwa komponen administrasi berkenaan dengan ketersediaan Satgas Covid-19 Sekolah yang harus dibentuk oleh komite sekolah.
Sementara komponen kedua yaitu jadwal. Sekolah wajib menyediakan jadwal pembelajaran yang adaktif dengan waktu yang disediakan. SD sendiri hanya dibatasi 2 jam sehari sementara SMP maksimal 3 jam.memastikan pergelaran sekolah tatap muka tetap dilaksanakan pada Juli mendatang, hal ini harus dilakukan ekstra hati-hati sesuai dengan instruksi presiden untuk memastikan anak tetap terlindungi.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Nielma Palamba menegaskan, bahwa Kota Makassar tidak akan memaksakan pergelaran tatap muka bagi sekolah jika tidak siap pada Juli mendatang.
Baca Juga: Dispora Makassar dan KNPI Akan Gowes dan Zumba Bareng
Nielma mengatakan, pergelaran tatap muka harus memenuhi beberapa aspek keamanan, hal itu telah dirumuskan ke dalam 46 indikator sekolah tatap muka yang dibagi ke dalam 4 komponen.
"Jadi bisa tidaknya itu dari hasil verifikasi. Jadi saya tidak bisa pastikan semua sekolah bisa penuhi semua indikatornya, dan jangan dipaksakan, karenakan kesehatan di atas segalanya," ucap Nielma.
Komponen tersebut diantaranya administrasi, jadwal, fasilitas dan faktor resiko. Nielma menjelaskan bahwa komponen administrasi berkenaan dengan ketersediaan Satgas Covid-19 Sekolah yang harus dibentuk oleh komite sekolah.
Sementara komponen kedua yaitu jadwal. Sekolah wajib menyediakan jadwal pembelajaran yang adaktif dengan waktu yang disediakan. SD sendiri hanya dibatasi 2 jam sehari sementara SMP maksimal 3 jam.memastikan pergelaran sekolah tatap muka tetap dilaksanakan pada Juli mendatang, hal ini harus dilakukan ekstra hati-hati sesuai dengan instruksi presiden untuk memastikan anak tetap terlindungi.
Lihat Juga :