Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Kasus COVID-19 Meningkat, Disdik Cimahi Belum Putuskan Gelar PTM 19 Juli

loading...
Kasus COVID-19 Meningkat, Disdik Cimahi Belum Putuskan Gelar PTM 19 Juli
Simulasi PTM yang digelar di salah satu SD di Kota Cimahi pada pekan lalu. Disdik Cimahi belum memutuskan akan menggelar PTM pada 19 Juli mendatang seiring dengan meningkatnya kasus COVID-19. Foto/Dok.MPI
CIMAHI - Meningkatnya kasus COVID-19 di Cimahi pascalibur lebaran membuat Dinas Pendidikan Kota Cimahi berpikir ulang untuk menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) pada Juli mendatang.

Apalagi temuan kasus positif COVID-19 baru tersebut juga berasal dari kalangan siswa dan guru. Rinciannya lima siswa Sekolah Dasar (SD), dan tiga siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), serta tiga orang guru.

"Kami terus melakukan monitoring dan hasilnya dalam sepekan terakhir ada 5 siswa SD, 3 siswa SMP, dan 3 guru yang terkonfirmasi COVID-19," kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cimahi, Harjono, Kamis (3/6/2021).

baca ju Mengenaskan! Jadi Korban Begal, Warga Cipongkor KBB Luka Parah di Wajah ga:



Menurutnya, siswa tersebut terkonfirmasi positif COVID-19 sebelum pelaksanaan simulasi PTM yang sudah dijadwalkan sebelumnya. Sehingga bukan karena terpapar saat pelaksanaan simulasi.

Namun berdasarkan kesepakatan bersama, sekolah yang terdapat siswa dan guru yang terkonfirmasi positif maka simulasi PTM di sekolah tersebut ditunda terlebih dahulu sampai kondisi dirasa aman.

"Ada 8 SD yang ditunda proses simulasinya dan SMP tinggal 2 sekolah yang akan dimulai lagi simulasi PTM selama 2 hari yakni dari tanggal 7 dan 8 Juni 2021," tuturnya.

Baca juga: 32 ASN Positif COVID-19, Gedung Sate Lockdown Sementara

Siswa yang terkonfirmasi positif COVID-19 itu berdasarkan informasi yang diperolehnya merupakan klaster keluarga. Seperti yang di Melong Mandiri 3, ada bapa, ibu, kakek, nenek, paman, dan adiknya terkonfirmasi positif. Begitu pula guru yang teekonfirmasi positif berasal dari klaster keluarga.

Dirinya mengaku belum mengetahui pasti apakah PTM bisa dilaksanakan sesuai jadawal yang ditentukan atau tidak. Hal tersebut harus melihat kondisi terakhir di bulan Juli. Kalau misalnya tidak memungkinkan, maka akan ditunda dulu minimal satu bulan sambip melihat perkembangan.



"Untuk PTM yang dimulai 19 juli sebagai hari pertama semester ganjil tahun ajaran baru 2021-2022 akan kita lihat kondisinya. Melihat hasil pemetaan terakhir di bulan juli tanggal 1 sampai tanggal 18," sebutnya.
(msd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top