Karyawan Pabrik Kertas Tewas Keracunan Gas, Polisi Periksa Manajer Perusahaan
Rabu, 02 Juni 2021 - 18:01 WIB
loading...
A
A
A
Selain fokus pada pemeriksaan saksi dan pihak management PT Pakerin, polisi juga bakal melakukan uji laboratorium kandungan cairan di dalam tandon bagian cahst 309 PT Pakerin yang diduga mengakibatkan ketiga karyawan itu mengalami keracunan. Sampel itu dikirim ke Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim untuk mengetahui kandungan gas.
“Untuk jenis gasnya sedang kami selidiki. Sudah kami bawa ke lab (Laboratorium Forensik Cabang Surabaya Polda Jatim) untuk diuji. Karena dari hasil autopsi pihak medis (RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong Sidoarjo) korban (meninggal) mengalami keracunan gas," ungkapnya.
Baca juga: Dikenal Jago Panjat, Warga Blitar Ditemukan Tewas di Bawah Pohon Kelapa
Sementara terkait dengan kondisi dua korban lain yang sempat kritis dan menjalani perawatan medis, Andaru menyebut belum melakukan pengecekan. Pihaknya masih masih akan fokus untuk memanggil sejumlah saksi yang diperlukan guna menyelidikan kasus kecelakaan kerja ini.
“Untuk saat ini (kondisi terkini) saya kurang monitor, semoga kondisinya semakin membaik. Kami juga membutuhkan keterangan dari yang bersangkutan, namun kami menunggu kondisinya membaik terlebih dahulu," tandasnya.
“Untuk jenis gasnya sedang kami selidiki. Sudah kami bawa ke lab (Laboratorium Forensik Cabang Surabaya Polda Jatim) untuk diuji. Karena dari hasil autopsi pihak medis (RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong Sidoarjo) korban (meninggal) mengalami keracunan gas," ungkapnya.
Baca juga: Dikenal Jago Panjat, Warga Blitar Ditemukan Tewas di Bawah Pohon Kelapa
Sementara terkait dengan kondisi dua korban lain yang sempat kritis dan menjalani perawatan medis, Andaru menyebut belum melakukan pengecekan. Pihaknya masih masih akan fokus untuk memanggil sejumlah saksi yang diperlukan guna menyelidikan kasus kecelakaan kerja ini.
“Untuk saat ini (kondisi terkini) saya kurang monitor, semoga kondisinya semakin membaik. Kami juga membutuhkan keterangan dari yang bersangkutan, namun kami menunggu kondisinya membaik terlebih dahulu," tandasnya.
(nic)
Lihat Juga :