Karyawan Pabrik Kertas Tewas Keracunan Gas, Polisi Periksa Manajer Perusahaan
Rabu, 02 Juni 2021 - 18:01 WIB
loading...
Kasat Reskrim Polres Mojokerto Andaru Rahutomo.Foto: SINDONews/Tritus Julan.
A
A
A
MOJOKERTO - Kasus tewasnya seorang pekerja pabrik kertas PT Pakerin di Desa Bangun, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto , beberapa waktu lalu mulai diusut polisi. Sejauh ini sudah lebih lima orang sudah dimintai keterangan seputar kasus kecelakaan kerja itu.
Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Andaru Rahutomo mengungkapkan, hingga kini sejumlah saksi yang sudah dimintai keterangan terkait kecelakaan kerja tersebut. Menurutnya, ada lebih dari lima orang yang sudah menjalani pemeriksaan. Mereka yang diperiksa, mulai dari karyawan hingga manajer perusahaan.
Baca juga: 3 Karyawan Pabrik Kertas Keracunan Gas dalam Tandom, Satu Tewas Dua Kritis
“Kami sudah panggil beberapa saksi. Kami belum bisa sebut jumlahnya, yang pasti sudah lebih dari lima orang. Dan yang kami periksa adalah saksi kejadian dan manajernya,” kata Andaru, Rabu (2/6/3021).
Pemeriksaan itu guna menguak insiden yang mengakibatkan Slamet Agus santoso, (43), warga Desa Selotapak, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto tewas. Sementara dua rekannya yakni Suriyono (56), warga Desa Tlasih, Kecamatan Tulangan serta Subandi (51), warga Desa Jatikalang, Kecamatan Prambon, Sidoarjo kritis.
“Untuk pihak keluarga korban masih belum kami panggil. Karena kami masih fokus ke kejadiannya dulu," imbuh dia.
Baca juga: Heboh! Oknum Polisi di Jombang Tawar Menawar Uang Damai Pungli Tilang dengan Sopir
Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Andaru Rahutomo mengungkapkan, hingga kini sejumlah saksi yang sudah dimintai keterangan terkait kecelakaan kerja tersebut. Menurutnya, ada lebih dari lima orang yang sudah menjalani pemeriksaan. Mereka yang diperiksa, mulai dari karyawan hingga manajer perusahaan.
Baca juga: 3 Karyawan Pabrik Kertas Keracunan Gas dalam Tandom, Satu Tewas Dua Kritis
“Kami sudah panggil beberapa saksi. Kami belum bisa sebut jumlahnya, yang pasti sudah lebih dari lima orang. Dan yang kami periksa adalah saksi kejadian dan manajernya,” kata Andaru, Rabu (2/6/3021).
Pemeriksaan itu guna menguak insiden yang mengakibatkan Slamet Agus santoso, (43), warga Desa Selotapak, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto tewas. Sementara dua rekannya yakni Suriyono (56), warga Desa Tlasih, Kecamatan Tulangan serta Subandi (51), warga Desa Jatikalang, Kecamatan Prambon, Sidoarjo kritis.
“Untuk pihak keluarga korban masih belum kami panggil. Karena kami masih fokus ke kejadiannya dulu," imbuh dia.
Baca juga: Heboh! Oknum Polisi di Jombang Tawar Menawar Uang Damai Pungli Tilang dengan Sopir
Lihat Juga :