Ridwan Kamil Sebut Indonesia Bisa Jadi Negara Adidaya, Ini Syaratnya
Rabu, 02 Juni 2021 - 15:49 WIB
loading...
Seminar IKA Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) yang dilaksanakan secara daring, Rabu (2/6/2021). Foto/SINDOnews/Arif Budianto
A
A
A
BANDUNG - Gubernur Jabar, Ridwan Kamil menyebut Indonesia bisa menjadi negara adidaya pada tahun 2045. Kendati begitu, untuk menjadi negara adidaya ada beberapa persyaratan yang mesti dipenuhi.
Baca juga: Gubernur Ridwan Kamil Minta Pemuda Jaga Kesaktian Pancasila
Diantaranya syarat tersebut yakni generasi muda kini tak terdisrupsi hal yang dapat memecah belah bangsa. Indonesia 2045, lanjut dia, akan terwujud melalui tiga hal yaitu sosial-politik yang kondusif, ekonomi yang terjaga di atas 5%, dan generasi muda yang kompetitif dan adaptif.
Baca juga: Anies Baswedan-Ridwan Kamil Kompak Saling Beri Selamat, Ada Apa?
"Dunia digital 4.0 ini memberikan banyak peluang mengakses informasi dengan cepat. Tapi jangan lupa dunia digital juga ada sisi gelap, yaitu banyak beredarnya berita bohong dan akan menggerus semangat kebangsaan, ideologi Pancasila bagi mereka-mereka yang pondasinya tidak kuat," katanya saat menjadi pembicara Seminar IKA Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) yang dilaksanakan secara daring, Rabu (2/6/2021).
Menurut dia, wawasan kebangsaan sangat penting, karena tekanan terhadap Keindonesiaan selalu ada. Oleh karena itu, memperkuat dan mempererat sila ketiga Pancasila, Persatuan Indonesia mutlak dilakukan. Tetap berpegang teguh pada Pancasila dan merespons disrupsi digital dengan kehati-hatian jadi jawaban.
Sementara Wali Kota Bogor, Bima Arya menilai bahwa Indonesia kini dihadapkan pada satu persoalan yang lebih berat ketimbang masa sebelumnya. Menurut dia, bangsa ini seringkali dihadapkan pada isu perpecahan, politisasi, hingga konflik horizontal-vertikal.
Baca juga: Gubernur Ridwan Kamil Minta Pemuda Jaga Kesaktian Pancasila
Diantaranya syarat tersebut yakni generasi muda kini tak terdisrupsi hal yang dapat memecah belah bangsa. Indonesia 2045, lanjut dia, akan terwujud melalui tiga hal yaitu sosial-politik yang kondusif, ekonomi yang terjaga di atas 5%, dan generasi muda yang kompetitif dan adaptif.
Baca juga: Anies Baswedan-Ridwan Kamil Kompak Saling Beri Selamat, Ada Apa?
"Dunia digital 4.0 ini memberikan banyak peluang mengakses informasi dengan cepat. Tapi jangan lupa dunia digital juga ada sisi gelap, yaitu banyak beredarnya berita bohong dan akan menggerus semangat kebangsaan, ideologi Pancasila bagi mereka-mereka yang pondasinya tidak kuat," katanya saat menjadi pembicara Seminar IKA Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) yang dilaksanakan secara daring, Rabu (2/6/2021).
Menurut dia, wawasan kebangsaan sangat penting, karena tekanan terhadap Keindonesiaan selalu ada. Oleh karena itu, memperkuat dan mempererat sila ketiga Pancasila, Persatuan Indonesia mutlak dilakukan. Tetap berpegang teguh pada Pancasila dan merespons disrupsi digital dengan kehati-hatian jadi jawaban.
Sementara Wali Kota Bogor, Bima Arya menilai bahwa Indonesia kini dihadapkan pada satu persoalan yang lebih berat ketimbang masa sebelumnya. Menurut dia, bangsa ini seringkali dihadapkan pada isu perpecahan, politisasi, hingga konflik horizontal-vertikal.
Lihat Juga :