Mengharukan, Ibunda Pengantin Pria Ungkap Percakapan Terakhir Anaknya Sebelum Loncat dari Lantai 7
Senin, 31 Mei 2021 - 23:46 WIB
loading...
A
A
A
Namun sepertinya Alen tidak percaya dengan kata-kata dari ibunya itu. Alen kembali mempertanyakan keluarganya yang belum datang sementara keluarga dari mempelai perempuan sudah datang.
"Ma, so dari tadi satu jam lalu bilang dalam perjalanan, sampe skarang belum sampe-sampe, parampuang pe orangtua so ada, kita malu ma kita pe keluarga nyanda ada cuma mama (Ma sudah dari tadi satu jam lalu bilang dalam perjalanan, sampai sekarang belum sampai-sampai, keluarga perempuan sudah sudah ada, saya malu Ma, keluarga saya tidak ada hanya Mama," tuturnya.
Usai mengucapkan hal itu, Alen kemudian langsung masuk ke dalam kamar. Beberapa menit kemudian dia mendapat kabar kalau Alen sudah jatuh.
"Masa ngana mo ambil keputusan bagini cuma ngana malo deng kecewa Alen. Sekarang ngana pe pertanyaan mama mo jawab Alen, ngana cuma malo dan kecewa dorang terlambat datang Alen. Ngana harusnya berpikir Alen, ngana inga kasiang ngana masih ada ade Alen. (Mengapa kamu ambil keputusan begini cuma karena malu dan kecewa Alen. Sekarang pertanyaan kamu Mama jawab Alen, kamu cuma malu dan kecewa mereka terlambat datang Alen. Kamu seharusnya berpikir Alen, kamu harusnya ingat kasihan kalau kamu masih punya adik Alen)," tangis sang ibu di samping peti mati anaknya.
![Mengharukan, Ibunda Pengantin Pria Ungkap Percakapan Terakhir Anaknya Sebelum Loncat dari Lantai 7]()
Baca juga: Total Uang Rp6M dan Perhiasan Berharga Milik Istri Wagub Dirampok Saat Insiden Perusakan Rumah Dinas
Sementara untuk cerita mistisnya, diketahui lokasi hotel berbintang tersebut dahulunya merupakan sebuah rumah sakit. Bermula pada tahun 1936, saat itu pemerintah Belanda mendirikan Koningen Wilhelmina Ziekenheuis (KWZ) di lokasi Gunung Wenang, Manado. Lalu, pada saat bala tentara Jepang datang dan menduduki Manarou, RS ini kemudian berganti nama menjadi Kaigun Byoo-in.
Setelah Indonesia merdeka, namanya kemudian berganti menjadi RS Gunung Wenang Manado. Pada 9 Februari 1995, RS ini kemudian pindah ke lokasi yang lebih memadai dan lebih luas di daerah Malalayang Manado atau yang sekarang bernama RSUP Prof. dr. R.D. Kandou. Setelah lama terlantar, pada tahun 2008 dilokasi itu kemudian didirikan sebuah hotel mewah berbintang 5.
"Ma, so dari tadi satu jam lalu bilang dalam perjalanan, sampe skarang belum sampe-sampe, parampuang pe orangtua so ada, kita malu ma kita pe keluarga nyanda ada cuma mama (Ma sudah dari tadi satu jam lalu bilang dalam perjalanan, sampai sekarang belum sampai-sampai, keluarga perempuan sudah sudah ada, saya malu Ma, keluarga saya tidak ada hanya Mama," tuturnya.
Usai mengucapkan hal itu, Alen kemudian langsung masuk ke dalam kamar. Beberapa menit kemudian dia mendapat kabar kalau Alen sudah jatuh.
"Masa ngana mo ambil keputusan bagini cuma ngana malo deng kecewa Alen. Sekarang ngana pe pertanyaan mama mo jawab Alen, ngana cuma malo dan kecewa dorang terlambat datang Alen. Ngana harusnya berpikir Alen, ngana inga kasiang ngana masih ada ade Alen. (Mengapa kamu ambil keputusan begini cuma karena malu dan kecewa Alen. Sekarang pertanyaan kamu Mama jawab Alen, kamu cuma malu dan kecewa mereka terlambat datang Alen. Kamu seharusnya berpikir Alen, kamu harusnya ingat kasihan kalau kamu masih punya adik Alen)," tangis sang ibu di samping peti mati anaknya.

Baca juga: Total Uang Rp6M dan Perhiasan Berharga Milik Istri Wagub Dirampok Saat Insiden Perusakan Rumah Dinas
Sementara untuk cerita mistisnya, diketahui lokasi hotel berbintang tersebut dahulunya merupakan sebuah rumah sakit. Bermula pada tahun 1936, saat itu pemerintah Belanda mendirikan Koningen Wilhelmina Ziekenheuis (KWZ) di lokasi Gunung Wenang, Manado. Lalu, pada saat bala tentara Jepang datang dan menduduki Manarou, RS ini kemudian berganti nama menjadi Kaigun Byoo-in.
Setelah Indonesia merdeka, namanya kemudian berganti menjadi RS Gunung Wenang Manado. Pada 9 Februari 1995, RS ini kemudian pindah ke lokasi yang lebih memadai dan lebih luas di daerah Malalayang Manado atau yang sekarang bernama RSUP Prof. dr. R.D. Kandou. Setelah lama terlantar, pada tahun 2008 dilokasi itu kemudian didirikan sebuah hotel mewah berbintang 5.
Lihat Juga :