Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

11 Komoditas Pertanian Asli Manado Dikirim ke 15 Negera

loading...
11 Komoditas Pertanian Asli Manado Dikirim ke 15 Negera
Sebanyak 11 ragam komuditas pertanian Manado dieksport ke 15 negara. Selain itu ada juga bunga asli Sulut yang juga dikirim ke enam negara. Foto: Istimewa
MANADO - Balai Karantina Pertanian Manado melaunching ekspor langsung 11 ragam komoditas pertanian ke 15 negara antara lain Jepang, Inggris, Latvia, Cina, Singapura dan Amerika.

Ragam komoditas itu seperti, bungkil kelapa, kelapa parut, santan kelapa, senilai 78,7 Miliar. Pelepasan ekspor dilakukan di halaman auditorium Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, usai acara Dies Natalis ke 61 Fakultas Pertanian Unsrat.

Baca juga: Menyayat Hati, Curhat Pengantin Perempuan yang Pasangannya Tewas Loncat dari Lantai 7 Hotel

Dipilihnya lokasi tersebut sebagai salah satu bentuk ekternalisasi program utama pemerintah Indonesia yaitu ekspor pertanian. “Kita buat di kampus karena ini momennya ada Pak Gubernur, ada semua Bupati/Walikota yang diundang, sehingga harapannya dengan ekspor ini mereka bisa tahu ini sebenarnya produk-produk dari daerah,” kata Kepala Karantina Pertanian Manado, Donni Muksydayan Saragih, Senin (31/5/2021).



Ke depan dia berharap agar kampus juga semakin terlibat untuk mendukung dari segi inovasi, kajian akademik, kajian sebagai pakar, pendamping sehingga kampus bisa mempunyai brand desain seperti apa untuk membangun pertanian Sulut berbasis ekspor.

Baca juga: Mabuk Usai Pesta Miras, Seorang Pemuda di Manado Hilang di DAS Tondano

"Harapannya juga ke depan agar kepala daerah dalam hal ini walikota dan bupati sehingga ke depannya agar lebih perhatian untuk membangun komoditas ekspor pertanian di daerahnya, apalagi Sulut peringkat lima sebagai provinsi yang pertembuhan ekonominya naik dan satu-satunya pertumbuhan di seluruh kabupaten/kota itu meningkat. Kita satu-satunya yang naik memang dari ekonomi kerakyatan karena kita ditopang oleh perkebunan, pertanian dan juga perikanan," kata Donni.

Selain 11 ragam komoditas pertanian tersebut ada juga salah satu ekportir baru yakni tanaman hias yang sudah diekspor sampai ke enam negara.

Tanaman hias ini kata Donni adalah salah satu bunga asli Sulawesi Utara (Sulut) yakni Alocasia Jacklin yang awalnya merupakan tanaman hutan, namun sekarang sudah sangat laris di luar negeri dan dikirim antardaerah se-jawa dan sudah dikirim ke enam negara yakni USA, Cina, Thailand, Vietnam, Singapura dan Malaysia.

Baca juga: Asyik Pacaran, Pasangan Muda-mudi Tergulung Ganasnya Ombak Pantai Selatan Gunungkidul



"Alocasia Jacklin ini yang sekarang sedang kita daftarkan ke bagian varietas di Kementerian Pertanian sehingga mendapat nama dan deskripsi sebagai identitasnya adalah bunga Sulawesi Utara. Ini juga salah satu yang kita kerjakan untuk mendukung salah satu sumber daya genetiknya endemi Sulut," ujar Donni.

Selain itu juga, Donni mengatakan pihaknya sedang mengusahakan bunga krisan yang merupakan ikon Sulawesi Utara dan sudah dibina sejak tahun lalu dengan melibatkan 30 kelompok tani bunga krisan itu untuk bisa go internasional.

"Untuk menyamakan persepsi, membangun manajemen nanti berbibit, bertani sampai panen tidaklah mudah, tapi ini tantangan yang sedang kita rintis, kita harapkan dalam waktu dekat, di tahun ini bunga krisan bisa go internasional," tandasnya.
(nic)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top