Kasus Covid-19 Meningkat, Efektivitas Makassar Recover Dipertanyakan
Kamis, 27 Mei 2021 - 12:34 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Ketua Komisi D Abdul Wahab Tahir melihat meningkatnya kasus Covid-19 di Kota Makassar dianggap karena minimnya sosialisasi yang dilakukan kepada masyarakat.
Kebijakan kata dia, tidak akan efektif jika tidak ada kesadaran dari masyarakat sendiri. Dia mendesak agar pemerintah bisa lebih masif dalam penjejakan kasus baru.
"Ini semestinya lebih proaktif melakukan deteksi awal, pemberlakuan PPKM ini juga harus lebih ketat. Itu semestinya jam 10 malam sudah harus tutup semua. Dan utama harus dibarengi dengan mengedukasi rakyat agar mereka paham," ungkap Wahab.
Legislator Golkar ini mengatakan, pemerintah saat ini terlalu longgar dalam menangani Covid-19 . Wahab mendesak pemerintah untuk mempertimbangkan lockdown jika kasus masih terus mengalami peningkatan.
Baca juga:Makassar Recover Sudah Habiskan Rp50 M, Penggunaan Anggaran Diharap Tepat Sasaran
"Pemerintah harus mempertimbangkan lockdown lokal, penyebarannya yang massif itu yang harus kita tahu dulu. Supaya 1,58 (Rt) ini bisa ditekan," ujarnya.
Sebelumnya, Epidiomologi Unhas Ansariadi telah memperingatkan pemkot terkait potensi peningkatan kasus Covid-19 pascalebaran.
Dia mengatakan, pada kasus di tahun sebelumnya peningkatan secara signifikan terjadi setelah lebaran lantaran meningkatnya mobilitas masyarakat dalam daerah.
Dari data yang dihimpun, per 2020 temuan kasus baru sebelum lebaran hanya mencapai 20-40 kasus per harinya. Kemudian pascalebaran, temuan kasus baru naik menjadi 120-140 kasus per hari atau meningkat 200-300%.
Kebijakan kata dia, tidak akan efektif jika tidak ada kesadaran dari masyarakat sendiri. Dia mendesak agar pemerintah bisa lebih masif dalam penjejakan kasus baru.
"Ini semestinya lebih proaktif melakukan deteksi awal, pemberlakuan PPKM ini juga harus lebih ketat. Itu semestinya jam 10 malam sudah harus tutup semua. Dan utama harus dibarengi dengan mengedukasi rakyat agar mereka paham," ungkap Wahab.
Legislator Golkar ini mengatakan, pemerintah saat ini terlalu longgar dalam menangani Covid-19 . Wahab mendesak pemerintah untuk mempertimbangkan lockdown jika kasus masih terus mengalami peningkatan.
Baca juga:Makassar Recover Sudah Habiskan Rp50 M, Penggunaan Anggaran Diharap Tepat Sasaran
"Pemerintah harus mempertimbangkan lockdown lokal, penyebarannya yang massif itu yang harus kita tahu dulu. Supaya 1,58 (Rt) ini bisa ditekan," ujarnya.
Sebelumnya, Epidiomologi Unhas Ansariadi telah memperingatkan pemkot terkait potensi peningkatan kasus Covid-19 pascalebaran.
Dia mengatakan, pada kasus di tahun sebelumnya peningkatan secara signifikan terjadi setelah lebaran lantaran meningkatnya mobilitas masyarakat dalam daerah.
Dari data yang dihimpun, per 2020 temuan kasus baru sebelum lebaran hanya mencapai 20-40 kasus per harinya. Kemudian pascalebaran, temuan kasus baru naik menjadi 120-140 kasus per hari atau meningkat 200-300%.
Lihat Juga :