Kasus Covid-19 Meningkat, Efektivitas Makassar Recover Dipertanyakan
Kamis, 27 Mei 2021 - 12:34 WIB
loading...
A
A
A
"Peningkatan kasus terjadi karena intensitas pertemuan antara mereka yang membawa virus dengan mereka yang belum terinfeksi, melalui pertemuan antarorang yang cukup tinggi. Nah sekarang setelah lebaran biasanya intensitas pertemuan orang meningkat karena ada kontak antar warga dan dikhawatirkan itu terjadi juga antara mereka yang membawa virus dengan orang yang sehat," bebernya.
Baca juga:Anggaran Kelurahan Senilai Rp77 Miliar Dialihkan untuk Makassar Recover
Dia mengatakan, tracing secara masif semestinya dilakukan sejak sepekan pascalebaran.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar Andi Hadijah Iriani mengatakan, peningkatan kasus bisa saja terjadi, mengingat sulitnya membendung masyarakat untuk tidak mudik.
Selain itu, hal ini membutuhkan kerja sama yang kuat dari masyarakat. Dia meminta masyarakat tetap patuh untuk menekan kembali peningkatan kasus yang terjadi.
"Jika kita patuh, maka anggaran di Bidang Kesehatan akan berkurang, selanjutnya digunakan untuk pembangunan di bidang infrastruktur dan pembangunan di bidang ekonomi, khususnya sektor pariwisata, karena kota kita adalah kota jasa. Semakin aman kota kita dari pandemi, semakin banyak orang berkunjung ke Makassar, semakin meningkat pendapatan kita yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi Kota Makassar," tuturnya.
Baca juga:Danny Harus Indahkan Dewan dalam Penggunaan Anggaran Makassar Recover
Sementara untuk laju penularan Covid-19 di seluruh Sulsel masih fluktuatif. Data Dinkes menunjukkan, ada penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 9 kasus dari 101 spesimen yang diperiksa, menurun dari laporan sehari sebelumnya yang mencapai 51 kasus baru, pada tanggal 25 Mei 2021 dengan 593 spesimen.
Dengan demikian, hingga per tanggal 26 Mei 2021, akumulasi kasus Covid-19 di Sulsel dilaporkan mencapai 62.024 kasus. Namun 60.701 orang di antaranya telah dinyatakan sembuh, lalu 942 orang meninggal dunia.
Baca juga:Anggaran Kelurahan Senilai Rp77 Miliar Dialihkan untuk Makassar Recover
Dia mengatakan, tracing secara masif semestinya dilakukan sejak sepekan pascalebaran.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar Andi Hadijah Iriani mengatakan, peningkatan kasus bisa saja terjadi, mengingat sulitnya membendung masyarakat untuk tidak mudik.
Selain itu, hal ini membutuhkan kerja sama yang kuat dari masyarakat. Dia meminta masyarakat tetap patuh untuk menekan kembali peningkatan kasus yang terjadi.
"Jika kita patuh, maka anggaran di Bidang Kesehatan akan berkurang, selanjutnya digunakan untuk pembangunan di bidang infrastruktur dan pembangunan di bidang ekonomi, khususnya sektor pariwisata, karena kota kita adalah kota jasa. Semakin aman kota kita dari pandemi, semakin banyak orang berkunjung ke Makassar, semakin meningkat pendapatan kita yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi Kota Makassar," tuturnya.
Baca juga:Danny Harus Indahkan Dewan dalam Penggunaan Anggaran Makassar Recover
Sementara untuk laju penularan Covid-19 di seluruh Sulsel masih fluktuatif. Data Dinkes menunjukkan, ada penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 9 kasus dari 101 spesimen yang diperiksa, menurun dari laporan sehari sebelumnya yang mencapai 51 kasus baru, pada tanggal 25 Mei 2021 dengan 593 spesimen.
Dengan demikian, hingga per tanggal 26 Mei 2021, akumulasi kasus Covid-19 di Sulsel dilaporkan mencapai 62.024 kasus. Namun 60.701 orang di antaranya telah dinyatakan sembuh, lalu 942 orang meninggal dunia.
(luq)
Lihat Juga :