Puluhan Tugu Itu Bercerita tentang Perang

Minggu, 23 Mei 2021 - 05:01 WIB
loading...
Puluhan Tugu Itu Bercerita...
Makam tua peninggalan Berada di Jalan Pahlawan, Kelurahan Nunhila, Kecamatan Alak, Kota Kupang. Foto istimewa
A A A
HAMPARAN area sekira luas lapangan sepak bola itu tampak lengang. Puluhan tugu kokoh berdiri, dari 50 hingga 200 sentimeter tingginya. Rerata tugu-tugu itu warna putih pudar, isyarat fisik dimakan sang waktu. Kawasan itu sepi mencekam, lengang, tak ada suara, tak ada hiruk pikuk. Tapi sabar dulu. Ini bukan kawasan biasa.

Bagi pengunjung yang memiliki telinga dan mata pengetahuan, akan melihat kecamuk perang di sini. Ya, kawasan dengan puluhan tugu itu adalah kecamuk perang. Kawasan ini adalah makam para serdadu Belanda yang tewas dalam peperangan pada rentang waktu abad ke-17 hingga abad ke-20. Perang itu melawan musuh sesama Eropa yang berebut pengaruh di tanah ini. Perang itu melawan musuh, raja-raja pribumi yang dihasut, dan perang melawan kaum pribumi yang bangkit karena ditindas. Baca juga: 5 Tempat Bersejarah di Dekat Kantor DPP Partai Demokrat Menteng Jakarta Pusat

Berada di Jalan Pahlawan, Kelurahan Nunhila, Kecamatan Alak, Kota Kupang, makam tua peninggalan Belanda menjadi pengingat watak manusia sebagai homo homini lupus, makhluk yang saling memangsa satu sama lain. Puluhan tugu ada di makam ini, tanda ada homo (manusia) yang menjadikan kawasan ini sebagai tempat perisitirahatan akhir, area Requiescat in pace (RIP).

Tertera dalam tugu pudar itu nama W.L Rozet. Saking tak terawatnya makam ini, nama tahun kelahiran dan kematian tuan Rozet tak terbaca. Nama lain adalah O.J.M Hoocomer, tertulis lahir 1871-1918. Artinya Hoocomer meninggal di usia muda 47 tahun. Lebih muda lagi adalah Paul Antoine, tertulis di dinding tugu tahun kelahiran 1858 dan meninggal 1891. Artinya, Paul meninggal di usia 33 tahun. Mereka adalah patriot untuk negaranya Nederlands atau Belanda, karena tewas di medan perang.

Cerita Perang

Menurut catatan sejarah, Nederland menginjakkan kaki di daratan Pulau Timor pada abad ke-17. Namun sebelumnya, Portugis sudah datang terlebih dahulu di Pulau Timor, yaitu pada awal abad ke-16. Pada saat itu, Portugis langsung merangkul sejumlah kerajaan kecil. Yang paling berpengaruh adalah Kerajaan Wehali di Timor bagian tengah. Tahun 1556, Portugis mendirikan markas pertamanya di Timor. Untuk menguasai Timor serta menjadikannya sebagai koloni, Portugis membutuhkan waktu 30 tahun.

Kedatangan Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) di Timor pada 1640 menghantui koloni Portugis. VOC mendirikan benteng di Kupang dan membangun koloni di bawah pimpinan seorang Opperhoofd dengan pengaruh yang terbatas pada 5 kerajaan kecil di sekitar Kupang seperti Sonbai Kecil, Kupang-Helong, Amabi , Amfoang dan Taebenu. Sementara Portugal menaklukkan Wehali yang cukup kuat sehingga de facto Timor Barat dan Tengah dikendalikan Portugis.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Infrastruktur Terputus,...
Infrastruktur Terputus, Ary Buraen Turun Tangan dan Dorong Pemda Kupang Bergerak Cepat
Kolaborasi Guru dan...
Kolaborasi Guru dan Siswa di Kupang: Inovasi Pembelajaran hingga Bengkel Mandiri
2.000 Lebih Petak Makam...
2.000 Lebih Petak Makam Baru Akan Dibuka di TPU Kebon Nanas
Otniel Benyamin Selan...
Otniel Benyamin Selan Tekankan Kesiapsiagaan Bencana, Dorong Edukasi dan Pelatihan Evakuasi Warga Kupang
Progres Proyek Sekolah...
Progres Proyek Sekolah di Kupang Masih Rendah, Anggota DPRD Mesak Mbura Ingatkan Risiko Kualitas Bangunan
Banjir dan Longsor Sumatera...
Banjir dan Longsor Sumatera Berdampak ke Area Pemakaman, Sejumlah Jasad Ditemukan Tim Pencarian
Pemakaman Militer Ryamizard...
Pemakaman Militer Ryamizard Ryacudu Berlangsung Khidmat, Sjafrie Jadi Inspektur Upacara
Eks Pj Sekda Kupang...
Eks Pj Sekda Kupang Gabung Perindo NTT, Konsolidasi Politik Diperkuat dan Target Rebut Kembali Basis Politik
Kembali atau Dijajah:...
Kembali atau Dijajah: Menjemput Nusantara Jayasempurna
Rekomendasi
ESDM Menjawab Isu Pasokan...
ESDM Menjawab Isu Pasokan Batubara Jadi Penyebab Pemadaman Listrik di Pulau Jawa
5 Cara Memilih Tempat...
5 Cara Memilih Tempat Top Up Game yang Terpercaya, AntiScam!
Rahasia Bebas Bergerak:...
Rahasia Bebas Bergerak: Mengapa Kesehatan Sendi Kunci Utama Gaya Hidup Aktif
Berita Terkini
BOLT Berkurban: Satu...
BOLT Berkurban: Satu Momen, Seribu Kebaikan
Mahasiswa Aliansi UNJ...
Mahasiswa Aliansi UNJ Melawan Turun ke Jalan, Ini Tuntutannya
Kemendagri Bersama Malaysia...
Kemendagri Bersama Malaysia Sepakat Wujudkan Pembangunan Inklusif di Perbatasan
Perindo Sultra Bagi-bagi...
Perindo Sultra Bagi-bagi 500 Kupon BBM Pertamax Gratis untuk Ojol dan Warga Kendari
Amnesty International...
Amnesty International Desak TNI Tak Dilibatkan Jaga Demo Mahasiswa Hari Ini
Polisi Imbau Mahasiswa...
Polisi Imbau Mahasiswa Waspadai Demo Hari Ini Ditunggangi
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved