Ini Sosok Jenderal Dibalik Keberhasilan Operasi Nemangkawi di Papua
Kamis, 20 Mei 2021 - 21:01 WIB
loading...
Mabes Polri mempercayakan putra Sulawesi Utara, Brigjen Polisi Roycke Harry Langie, sebagai Kepala Operasi Nemangkawi Polri di tanah Papua sejak tahun 2020 hingga saat ini. Foto Satgas Nemangkawi
A
A
A
ILAGA - "Saya tegaskan tidak ada tempat untuk kelompok-kelompok kriminal bersenjata di tanah Papua maupun di seluruh pelosok Tanah Air."
Petikan ucapan di atas disampaikan langsung Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dalam keterangan pers secara virtual melalui Youtube Sekretariat Presiden, pada Senin 26 April 2021. Penyampaian tegas Jokowi ini menyusl aksi-aksi kriminal yang dilakukan kelompok kriminal teroris bersenjata di Papua sejak awal akhir tahun 2020 dan awal tahun 2021 di Kabupaten Intan Jaya dan Puncak.
Tidak hanya hobi membakar bangunan sekolah, rumah warga, perumahan guru, memeras dan menembak aparat TNI-Polri. Tapi kelompok ini tega menghabisi nyawa masyarakat sipil.
Korban pun berjatuhan, mulai dari pekerja tambang, pelajar SMA, guru-guru non Papua, tukang ojek dibunuh secara sadis. Tukang bubur di Intan Jaya juga ikut dianiaya, beruntung nyawanya masih dapat tertolong.
Baca : Gempar Video Bu Kepala Dusun Cantik Asyik Telanjang Dipelukan Pria Mengerucut ke Desa Bulak
Teror yang dilancarkan kelompok teroris ini tidak hanya membuat masyarakat yang datang dari luar Papua ketatukan, tetapi orang asli Papua juga ikut takut.
TNI-Polri sebagai garda terdepan penjaga keamanan di Republik Indonesia tentunya tidak tinggal diam. Mabes Polri kemudian mempercayakan putra Sulawesi Utara, Brigjen Polisi Roycke Harry Langie, sebagai Kepala Operasi Nemangkawi Polri sejak tahun 2020 hingga saat ini.
Kepemipinan pria kelahiran 24 November 1970 bersama Kepala Operasi Nemangkawi TNI Brigjen TNI Tri Budi Utomo setidaknya telah menghasilkan catatan prestasi keberhasilan dalam memberikanperlindungan masyarakat, maupun pemberantasan kelompok kriminal teroris bersenjata.
Berdasarkan catatan media sepanjang tahun 2020 hingga Mei 2021, dibawah kepemimpinan Brigjen Roycke, TNI-Polri telah menangkap 105 orang baik itu yang terlibat langsung dalam kelompok kriminal teroris bersenjata maupun pendukungnya.
Tak hanya itu, 48 pucuk senjata api dan 933 butir peluru berhasil disita dari kelompok kriminal teroris bersenjata tersebut.
Baca : Maluku Tenggara Mencekam, Pasukan TNI-Polri Pukul Mundur Blokade Warga
Tahun 2020 tepatnya 16 Agustus, Hengky Wamang yang merupakan Panglima Kodap III, Kabupaten Mimika tewas setelah pasukan TNI-Polri menyerbu markas mereka di wilayah Kali Kopi.
Petikan ucapan di atas disampaikan langsung Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dalam keterangan pers secara virtual melalui Youtube Sekretariat Presiden, pada Senin 26 April 2021. Penyampaian tegas Jokowi ini menyusl aksi-aksi kriminal yang dilakukan kelompok kriminal teroris bersenjata di Papua sejak awal akhir tahun 2020 dan awal tahun 2021 di Kabupaten Intan Jaya dan Puncak.
Tidak hanya hobi membakar bangunan sekolah, rumah warga, perumahan guru, memeras dan menembak aparat TNI-Polri. Tapi kelompok ini tega menghabisi nyawa masyarakat sipil.
Korban pun berjatuhan, mulai dari pekerja tambang, pelajar SMA, guru-guru non Papua, tukang ojek dibunuh secara sadis. Tukang bubur di Intan Jaya juga ikut dianiaya, beruntung nyawanya masih dapat tertolong.
Baca : Gempar Video Bu Kepala Dusun Cantik Asyik Telanjang Dipelukan Pria Mengerucut ke Desa Bulak
Teror yang dilancarkan kelompok teroris ini tidak hanya membuat masyarakat yang datang dari luar Papua ketatukan, tetapi orang asli Papua juga ikut takut.
TNI-Polri sebagai garda terdepan penjaga keamanan di Republik Indonesia tentunya tidak tinggal diam. Mabes Polri kemudian mempercayakan putra Sulawesi Utara, Brigjen Polisi Roycke Harry Langie, sebagai Kepala Operasi Nemangkawi Polri sejak tahun 2020 hingga saat ini.
Kepemipinan pria kelahiran 24 November 1970 bersama Kepala Operasi Nemangkawi TNI Brigjen TNI Tri Budi Utomo setidaknya telah menghasilkan catatan prestasi keberhasilan dalam memberikanperlindungan masyarakat, maupun pemberantasan kelompok kriminal teroris bersenjata.
Berdasarkan catatan media sepanjang tahun 2020 hingga Mei 2021, dibawah kepemimpinan Brigjen Roycke, TNI-Polri telah menangkap 105 orang baik itu yang terlibat langsung dalam kelompok kriminal teroris bersenjata maupun pendukungnya.
Tak hanya itu, 48 pucuk senjata api dan 933 butir peluru berhasil disita dari kelompok kriminal teroris bersenjata tersebut.
Baca : Maluku Tenggara Mencekam, Pasukan TNI-Polri Pukul Mundur Blokade Warga
Tahun 2020 tepatnya 16 Agustus, Hengky Wamang yang merupakan Panglima Kodap III, Kabupaten Mimika tewas setelah pasukan TNI-Polri menyerbu markas mereka di wilayah Kali Kopi.
Lihat Juga :