alexametrics

Pemprov Jabar Target Lakukan Rapid dan Swab Test Terhadap 300.000 Penduduk

loading...
Pemprov Jabar Target Lakukan Rapid dan Swab Test Terhadap 300.000 Penduduk
Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar berupaya mendapatkan peta sebaran COVID-19 secara optimal. Foto/Dok/SINDOnews
A+ A-
BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Baratmelalui Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar berupaya mendapatkan peta sebaran COVID-19 secara optimal. Hal itu dilakukan dengan terus melakukan tes secara massif, baik lewat rapid diagnostic test (RDT) maupun polymerase chain reaction (PCR) atau swab test.

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar, Berli Hamdani mengatakan, guna mendapatkan peta persebaran COVID-19 secara optimal, pihaknya merujuk pola yang dilakukan Korea Selatan, yaitu mengetes 0,6% dari total jumlah penduduk Jabar atau 300.000 penduduk. (Baca juga; Update, Pasien Positif Corona di Jabar Sudah Tembus 2.000 Orang)

"Untuk mengejar target tersebut, kami melakukan pengadaan alat tes dari BTT (belanja tidak terduga) Jabar yang dialokasikan untuk penanggulangan COVID-19. Bantuan alat tes dari sejumlah pihak pun terus mengalir, seperti dari BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana)," kata Berli, Sabtu (23/5/2020).



Hingga Kamis 21 Mei 2020 lalu, lanjut Berli, pihaknya telah menyebar 120.655 rapid diagnostic test (RDT) kit ke 27 kabupaten/kota, instansi pemerintah, dan institusi pendidikan di Jabar. Dari hasil test RDT tersebut, sebanyak 3.209 warga Jabar terindikasi positif COVID-19 atau reaktif.

Sebagai tindaklanjut hasil tes cepat, Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar kemudian menggelar swab test bagi warga terindikasi positif COVID-19, hasilnya sebanyak 231 warga Jabar dinyatakan positif COVID-19. (Baca juga; Datang dari Jakarta, Satu Keluarga Dievakuasi Petugas Penanganan COVID-19 Kota Tasikmalaya)

"Kami intens menggelar tes masif. Hal itu dilakukan untuk melacak kontak terpapar COVID-19, mendeteksi keberadaan virus, dan memastikan status pasien COVID-19. “Selain itu, pengetesan secara masif akan membuat peta persebaran COVID-19 di Jabar semakin komprehensif," jelasnya.

Pihaknya juga menjadikan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Provinsi Jabar sebagai momentum pengetesan masif COVID-19. Sebab, saat pemberlakuan PSBB, pergerakan masyarakat menurun, sehingga potensi penularan COVID-19 lebih rendah.

Menurut Berli, swab test diprioritaskan bagi warga di wilayah Bodebek (Kota Bogor, Bekasi, Depok, Kabupaten Bogor, dan Bekasi) dan Bandung Raya (Kota Bandung, Cimahi, Kabupaten Bandung, Bandung Barat, dan Sumedang) yang merupakan zona merah COVID-19.

"Seperti yang sudah dikabarkan, kami sudah distribusikan test kit PCR sekitar 15.500 ke 10 kabupaten/kota tersebut saat awal PSBB tingkat provinsi berlaku. Kami minta kabupaten/kota untuk menghabiskan test kit tersebut. Per hari ini, 13.132 alat test kit PCR sudah digunakan," paparnya.

Berli menambahkan, pengetesan masif difokuskan juga untuk pasien dalam pengawasan (PDP), orang dalam pemantauan (ODP), dan tenaga kesehatan yang berada di zona merah. Selain itu, pengetesan COVID-19 dilakukan juga di pasar tradisional yang berpotensi menjadi klaster penyebaran COVID-19.
(wib)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak