Pemprov Jabar Target Lakukan Rapid dan Swab Test Terhadap 300.000 Penduduk
Sabtu, 23 Mei 2020 - 11:27 WIB
loading...
Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar berupaya mendapatkan peta sebaran COVID-19 secara optimal. Foto/Dok/SINDOnews
A
A
A
BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar berupaya mendapatkan peta sebaran COVID-19 secara optimal. Hal itu dilakukan dengan terus melakukan tes secara massif, baik lewat rapid diagnostic test (RDT) maupun polymerase chain reaction (PCR) atau swab test.
Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar, Berli Hamdani mengatakan, guna mendapatkan peta persebaran COVID-19 secara optimal, pihaknya merujuk pola yang dilakukan Korea Selatan, yaitu mengetes 0,6% dari total jumlah penduduk Jabar atau 300.000 penduduk. (Baca juga; Update, Pasien Positif Corona di Jabar Sudah Tembus 2.000 Orang )
"Untuk mengejar target tersebut, kami melakukan pengadaan alat tes dari BTT (belanja tidak terduga) Jabar yang dialokasikan untuk penanggulangan COVID-19. Bantuan alat tes dari sejumlah pihak pun terus mengalir, seperti dari BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana)," kata Berli, Sabtu (23/5/2020).
Hingga Kamis 21 Mei 2020 lalu, lanjut Berli, pihaknya telah menyebar 120.655 rapid diagnostic test (RDT) kit ke 27 kabupaten/kota, instansi pemerintah, dan institusi pendidikan di Jabar. Dari hasil test RDT tersebut, sebanyak 3.209 warga Jabar terindikasi positif COVID-19 atau reaktif.
Sebagai tindaklanjut hasil tes cepat, Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar kemudian menggelar swab test bagi warga terindikasi positif COVID-19, hasilnya sebanyak 231 warga Jabar dinyatakan positif COVID-19. (Baca juga; Datang dari Jakarta, Satu Keluarga Dievakuasi Petugas Penanganan COVID-19 Kota Tasikmalaya )
Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar, Berli Hamdani mengatakan, guna mendapatkan peta persebaran COVID-19 secara optimal, pihaknya merujuk pola yang dilakukan Korea Selatan, yaitu mengetes 0,6% dari total jumlah penduduk Jabar atau 300.000 penduduk. (Baca juga; Update, Pasien Positif Corona di Jabar Sudah Tembus 2.000 Orang )
"Untuk mengejar target tersebut, kami melakukan pengadaan alat tes dari BTT (belanja tidak terduga) Jabar yang dialokasikan untuk penanggulangan COVID-19. Bantuan alat tes dari sejumlah pihak pun terus mengalir, seperti dari BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana)," kata Berli, Sabtu (23/5/2020).
Hingga Kamis 21 Mei 2020 lalu, lanjut Berli, pihaknya telah menyebar 120.655 rapid diagnostic test (RDT) kit ke 27 kabupaten/kota, instansi pemerintah, dan institusi pendidikan di Jabar. Dari hasil test RDT tersebut, sebanyak 3.209 warga Jabar terindikasi positif COVID-19 atau reaktif.
Sebagai tindaklanjut hasil tes cepat, Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar kemudian menggelar swab test bagi warga terindikasi positif COVID-19, hasilnya sebanyak 231 warga Jabar dinyatakan positif COVID-19. (Baca juga; Datang dari Jakarta, Satu Keluarga Dievakuasi Petugas Penanganan COVID-19 Kota Tasikmalaya )
Lihat Juga :