Tsunami COVID-19 Ancam Terjang Indonesia saat Warga Mulai Abaikan Prokes
Kamis, 20 Mei 2021 - 06:44 WIB
loading...
A
A
A
"Di Indonesia ada 3.044 rumah sakit yang sudah teregistrasi. Meski tidak diharapkan terjadi, namun saya yakin rumah sakit di Indonesia siap menghadapi lonjakan kasus COVID-19," ucapnya.
Menurut dia, kesiapan rumah sakit tersebut tak lepas dari sistem yang diterapkan rumah sakit saat ini dimana seluruh rumah sakit di Indonesia, baik rumah sakit rujukan COVID-19 maupun non-rujukan COVID-19 harus siap menangani pasien COVID-19.
"Rumah sakit menerapkan sistem balancing. Artinya, selain menangani pasien umum, rumah sakit juga menangani pasien COVID-19. Jadi, anggap aja setiap pasien baru adalah pasien COVID-19," katanya.
Sementara itu, Rektor UNS, Prof Dr Jamal Wihoho menyatakan, seluruh civitas akademika UNS berkomitmen membantu pemerintah dalam upaya penanggulangan pandemi COVID-19.
"Kita sangat aktif dalam mewaspasai terjadinya gelombang kedua pandemi COVID-19, termasuk ancaman varian baru COVID-19," ujarnya.
Selain aktif terjun langsung dalam penanganan pandemi, kata Jamal, seluruh civitas akademika UNS, termasuk para alumni UNS pun berkomitmen memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya dalam mengantisipasi gelombang kedua pandemi dan varian baru COVID-19.
"Ketidakdisiplinan menerapkan prokes merupakan awal meledaknya COVID-19. Karenanya, kita terus memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya tentang ancaman gelombang kedua dan varian baru COVID-19," tandasnya.
Menurut dia, kesiapan rumah sakit tersebut tak lepas dari sistem yang diterapkan rumah sakit saat ini dimana seluruh rumah sakit di Indonesia, baik rumah sakit rujukan COVID-19 maupun non-rujukan COVID-19 harus siap menangani pasien COVID-19.
"Rumah sakit menerapkan sistem balancing. Artinya, selain menangani pasien umum, rumah sakit juga menangani pasien COVID-19. Jadi, anggap aja setiap pasien baru adalah pasien COVID-19," katanya.
Sementara itu, Rektor UNS, Prof Dr Jamal Wihoho menyatakan, seluruh civitas akademika UNS berkomitmen membantu pemerintah dalam upaya penanggulangan pandemi COVID-19.
"Kita sangat aktif dalam mewaspasai terjadinya gelombang kedua pandemi COVID-19, termasuk ancaman varian baru COVID-19," ujarnya.
Selain aktif terjun langsung dalam penanganan pandemi, kata Jamal, seluruh civitas akademika UNS, termasuk para alumni UNS pun berkomitmen memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya dalam mengantisipasi gelombang kedua pandemi dan varian baru COVID-19.
"Ketidakdisiplinan menerapkan prokes merupakan awal meledaknya COVID-19. Karenanya, kita terus memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya tentang ancaman gelombang kedua dan varian baru COVID-19," tandasnya.
(shf)
Lihat Juga :