Teroris TPNPB OPM Sebar Hoaks Serangan Rudal, Kogabwilhan: Mereka Sembunyikan Aksi Terornya
Rabu, 19 Mei 2021 - 09:35 WIB
loading...
A
A
A
Dijelaskan Suriastawa, bahwa dalam dua hari kemarin kelompok teroris OPM telah melakukan pembakaran terhadap bekas bangunan PT. Unggul di Kampung Kimak, pada Minggu (16/5/2021), dan rumah warga di Kampung Paluga, pada Senin (17/5/2021).
Pembakaran itu dilatarbelakangi konflik antara kelompok teroris Goliat Tabuni, dengan kelompok teroris Lekagak Talenggen. "Ini, diputarbalikkan faktanya oleh mereka dan disebarkan dengan menyudutkan aparat TNI-Polri," ujar Suriastawa.
Baca juga: Medan Mencekam, 2 Kelompok Pemuda Terlibat Bentrok, Bom Molotov dan Batu Berterbangan
Kemudian Suriastawa juga menjelaskan, adanya foto selongsong (selongsong rudal helikopter) dalam pemberitaan hoaks itu, bahwa fakta sebenarnya itu merupakan selongsong pelontar geranat dari persenjataan sesuai SOP yang dimiliki pasukan TNI dalam suatu operasi.
Selongsong pelontar granat itu, kemungkinan besar dari penyergapan terhadap pos tinjau kelompok teroris OPM di Kampung Mayuberi, Distrik Ilaga, pada Minggu (16/5/2021) yang menewaskan dua teroris OPM .
Selain menegaskan bahwa berita tersebut hoaks, Suriastawa pun kembali mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi akan propaganda oleh kelompok teroris OPM dari tiga frontnya yang selalu menyebar berita bohong tentang pemerintah, TNI, dan Polri.
Baca juga: Disergap Pasukan Elit TNI-Polri, Anggota TPNPB OPM Lari Bersimbah Darah Tenteng AK-47
Pembakaran itu dilatarbelakangi konflik antara kelompok teroris Goliat Tabuni, dengan kelompok teroris Lekagak Talenggen. "Ini, diputarbalikkan faktanya oleh mereka dan disebarkan dengan menyudutkan aparat TNI-Polri," ujar Suriastawa.
Baca juga: Medan Mencekam, 2 Kelompok Pemuda Terlibat Bentrok, Bom Molotov dan Batu Berterbangan
Kemudian Suriastawa juga menjelaskan, adanya foto selongsong (selongsong rudal helikopter) dalam pemberitaan hoaks itu, bahwa fakta sebenarnya itu merupakan selongsong pelontar geranat dari persenjataan sesuai SOP yang dimiliki pasukan TNI dalam suatu operasi.
Selongsong pelontar granat itu, kemungkinan besar dari penyergapan terhadap pos tinjau kelompok teroris OPM di Kampung Mayuberi, Distrik Ilaga, pada Minggu (16/5/2021) yang menewaskan dua teroris OPM .
Selain menegaskan bahwa berita tersebut hoaks, Suriastawa pun kembali mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi akan propaganda oleh kelompok teroris OPM dari tiga frontnya yang selalu menyebar berita bohong tentang pemerintah, TNI, dan Polri.
Baca juga: Disergap Pasukan Elit TNI-Polri, Anggota TPNPB OPM Lari Bersimbah Darah Tenteng AK-47
Lihat Juga :