Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Ini Kecanggihan 3 Kapal China yang Sukses Angkat Serpihan KRI Nanggala-402

loading...
Ini Kecanggihan 3 Kapal China yang Sukses Angkat Serpihan KRI Nanggala-402
Kapal Yongxingdao-863, satu dari tiga kapal Angkatan Laut China yang dikerahkan untuk membantu evakuasi KRI Nanggala-402 di perairan Bali utara. Foto/MNC/Riezky Maulana
DENPASAR - Tiga kapal AL China berhasil mengangkat serpihan kapal selam KRI Nanggala 402 dari kedalaman 839 meter di perairan Bali utara. Tiga kapal canggih itu akan terus melakukan operasi pencarian dan pertolongan hingga akhir bulan ini.

Baca juga: Serpihan KRI Nanggala-402 Berhasil Diangkat ke Permukaan

"Sampai hari ini alat penyelam sudah melakukan 13 kali operasi di bawah laut secara mendasar sudah mengetahui kedaan reruntuhan KRI mengumpulkan banyak gambar dan video dan juga sukses mengangkat bagian-bagian ringan dari kapal," kata Senior Colonel Chen Yongjing, atase pertahanan RRT dalam jumpa pers di markas Pangkalan TNI AL Denpasar, Selasa (18/5/2021).

Baca juga: Pangkoarmada II Sebut Jenazah Awak KRI Nanggala 402 Belum Berhasil Ditemukan



Dia menjelaskan, tiga kapal yang dikerahkan terdiri kapal Yongxingdao-863, Nantuo-195 dan Tan Suo-2. Kapal-kapal itu dilengkapi tim penyelam, robot penyelam dan pengangkat disertai tim medis.

Baca juga: Lokasi Anjungan, Haluan dan Buritan KRI Nanggala 402 Berhasil Ditemukan

Ini Kecanggihan 3 Kapal China yang Sukses Angkat Serpihan KRI Nanggala-402


Kapal-kapal itu berangkat dari China pada 26 April 2021. Lima hari perjalanan, kapal itu tiba di perairan Bali utara, tepatnya 1 Mei 2021. Tim dari kapal AL China lalu membangun komunikasi dengan kapal-kapal TNI AL untuk melakukan observasi obyek di bawah laut.

Yongjing melanjutkan, saat ini tugas kapalnya sudah beralih dari tahap observasi ke pengangkatan. "Pengangkatan di bawah laut yang sangat dalam adalah masalah yang rumit di seluruh dunia," ungkapnya.

"Kami akan berupaya penuh melaksanakan pengangkatan di bawah laut berdasarkan keadaan nyata di bawah laut dan kemampuan kapal kami," pungkasnya.
(shf)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top