Banyak Warga Marah dan Emosi di Titik Penyekatan, Sosiolog: Masyarakat Frustasi Pandemi
Senin, 17 Mei 2021 - 07:05 WIB
loading...
A
A
A
Artinya, kata dia, kondisi itu menimbulkan akumulasi reaksi warga. Mestinya, pemerintah harus tegas dan adil, dalam menerapkan aturan kepada semua orang, baik WNA atau WNI atau siapapun. Sehingga tidak ada kecemburuan sosial.
"Pemerintah, juga mestinya membuat kebijakan satu konsep, misalnya antara Menteri perhubungan dnegan lainnya. Kemudian aturan berlaku untuk semua orang tanpa kecuali. Sehingga tidak memicu kecemburuan sosial," katanya.
Karena, diakuinya, masyrakat saat ini agak abai, tidak seperti tahun lalu, mayarakat sangat masih takut atas pandemi. Saat ini bukan berarti tidak takut, tapi sedikit mengabaikan. Berbeda sekali dengan tahun kemarin.
"Bisa jadi masyarakat sudah jenuh. Segala hal dibatasi dengan kebiasaan baru. Sementara mayarakat kita sukanya berkumpul. Dan berkumpul itu kebutuhan mendasar bagi masyarakat kita. Ini yang mesti terus disosialisasikan oleh pemerintah agar warga paham," imbuh Nunung.
"Pemerintah, juga mestinya membuat kebijakan satu konsep, misalnya antara Menteri perhubungan dnegan lainnya. Kemudian aturan berlaku untuk semua orang tanpa kecuali. Sehingga tidak memicu kecemburuan sosial," katanya.
Karena, diakuinya, masyrakat saat ini agak abai, tidak seperti tahun lalu, mayarakat sangat masih takut atas pandemi. Saat ini bukan berarti tidak takut, tapi sedikit mengabaikan. Berbeda sekali dengan tahun kemarin.
"Bisa jadi masyarakat sudah jenuh. Segala hal dibatasi dengan kebiasaan baru. Sementara mayarakat kita sukanya berkumpul. Dan berkumpul itu kebutuhan mendasar bagi masyarakat kita. Ini yang mesti terus disosialisasikan oleh pemerintah agar warga paham," imbuh Nunung.
(msd)
Lihat Juga :