Gempa Dangkal Bermagnitudo 7,2 Guncang Nias Barat, Ini Pemicunya
Jum'at, 14 Mei 2021 - 15:47 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: 2 Markas TPNPB OPM Dikuasai Pasukan Elit TNI/Polri
Dengan memperhatikan lokasi pusat gempa, dan kedalaman hiposenternya, sebut Hartanto, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal yang berada di zona outer-rise. "Hal ini sesuai dengan hasil analisis BMKG yang menunjukan, bahwa gempa bumi tersebut memiliki mekanisme sesar turun (normal fault)," jelas Hartanto.
Guncangan gempa bumi itu, tutur Hartanto, dirasakan di Gunung Sitoli, Kabupaten Nias III-IV MMI atau bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah. Banda Aceh III MMI atau getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan truk berlalu. Aek Godang, Aceh Tengah II MMI atau getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi itu tidak berpotensi tsunami," ungkap Hartanto. Baca juga: Warga Madina Lari Berhamburan Saat Kobaran Api Membakar Tambang Panas Bumi
Hingga, Jumat (14/5/2021) pukul 14.30 WIB, jelas Hartanto, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan sebanyak tiga Kali (aftershock). "Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang, dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Menghindar dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa . Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali kedalam rumah," imbuh Hartanto.
Dengan memperhatikan lokasi pusat gempa, dan kedalaman hiposenternya, sebut Hartanto, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal yang berada di zona outer-rise. "Hal ini sesuai dengan hasil analisis BMKG yang menunjukan, bahwa gempa bumi tersebut memiliki mekanisme sesar turun (normal fault)," jelas Hartanto.
Guncangan gempa bumi itu, tutur Hartanto, dirasakan di Gunung Sitoli, Kabupaten Nias III-IV MMI atau bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah. Banda Aceh III MMI atau getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan truk berlalu. Aek Godang, Aceh Tengah II MMI atau getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi itu tidak berpotensi tsunami," ungkap Hartanto. Baca juga: Warga Madina Lari Berhamburan Saat Kobaran Api Membakar Tambang Panas Bumi
Hingga, Jumat (14/5/2021) pukul 14.30 WIB, jelas Hartanto, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan sebanyak tiga Kali (aftershock). "Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang, dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Menghindar dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa . Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali kedalam rumah," imbuh Hartanto.
(eyt)
Lihat Juga :