Hari Pertama Lebaran di Manado, Warga Gelar Tradisi Ziarah Kubur

Kamis, 13 Mei 2021 - 12:06 WIB
loading...
Hari Pertama Lebaran...
Ziarah kubur sudah menjadi tradisi bagi warga muslim di Kota Manado, usai pelaksanaan Salat Idul Fitri 1 Syawal 1442 Hijriah. Foto/Okezone/Subhan Sabu
A A A
MANADO - Di tengah pandemi COVID-19, warga muslim di Kota Manado, tetap semangat melaksanakan tradisi ziarah kubur yang selalu dilaksanakan usai mengikuti Salat Idul Fitri 1 Syawal 1442 Hijriah.

Baca juga: Pasien COVID-19 dan Nakes Ikuti Salat Idul Fitri 1442 H di RS Lapangan Indrapura Surabaya

Disalah satu kompleks pemakaman muslim di Kelurahan Mahakeret Timur, Kecamatan Wenang, Kota Manado, terlihat masih banyak warga yang berdatangan, ada juga yang sedang membersihkan makam sanak saudaranya dan ada yang sedang berdoa.



Nurlian, salah seorang warga kelurahan Malendeng yang datang bersama keluarganya tampak sedang membersihkan makam dari Ibunya. Dia mengaku tetap memilih berziarah meski menyadari kalau saat ini Manado tengah dalam masa pandemi COVID-19.

"Ziarah sudah menjadi kegiatan rutin yang selalu kami lakukan setiap tahun, biasanya sebelum lebaran kami datang membersihkan kuburan kemudian selesai sholat kami sekeluarga datang lagi untuk berdoa," tutur Nurlian, Kamis (13/5/2021).

Baca juga: Puluhan Pemuda Katolik Geruduk 3 Masjid di Kefamenanu, Jaga Keamanan Malam Takbiran

Senada dengan Nurlian, Muhajir warga Kelurahan Komo Luar juga mengungkapkan hal yang sama. Dia bersama keluarga tetap melakukan ziarah meskipun situasinya masih dalam situasi pandemi. Kebiasaan berziarah menurutnya sulit ditinggalkan karena sudah sering dilakukan. "Ziarah untuk mengirimkan doa kepada orang yang dicintai yang sudah meninggal sambil mengingat kematian dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta," kata Muhajir.

Di dalam kompleks pekuburan muslim ini terdapat juga makam dari istri dan anak Sri Sultan Hamengku Buwono V, yakni Kanjeng Ratu Sekar Kedaton, dan Pangeran Arya Suryeng Ngalaga.

Kanjeng Ratu Sekar Kedaton bersama anaknya dituduh membangkang dan merencanakan perlawanan terhadap raja. Sri Sultan Hamengkubuwono VII menangkap Kanjeng Ratu Sekar Kedaton dan putranya tersebut lalu dibuang ke Manado dengan tuduhan membangkang pada raja dan merencanakan melakukan perlawanan. Atas tuduhan tersebut, keduanya dibuang ke Manado dan wafat di daerah ini.

Baca juga: Pembunuh Ibu dan Anak di Kendal Lari ke Jakarta, Mobil Sewaan Ditinggal di Hotel

Di sini juga terdapat makam dari ulama pejuang perang Cilegon, Banten 1888, Syech Mas M. Arsyad Thawil AlBantani yang wafat pada 19 Maret 1934. Arsyad Thawil adalah tokoh utama dalam Pertempuran Geger Cilegon 1888 (Perang Cilegon) dan dengan demikian menjadi ulama paling dicari oleh penjajah. Sebagai hasil pemberontakan, Belanda kemudian menangkap ulama-ulama Banten dan mengasingkan mereka. Arsyad Thawil kemudian dibuang ke Manado.

Di tempat pengasingannya ini, Arsyad Thawil kemudian mengajar di bidang ilmu pengetahuan Islam , dia juga dikenal sebagai salah satu penyebar agama Islam ke wilayah mayoritas Kristen di Indonesia. Bahkan, dia menikahi anak seorang pendeta yang telah masuk Islam, bernama Magdalena Runtu.

Sudah menjadi tradisi bagi sebagian besar warga muslim di Kota Manado untuk melakukan ziarah kubur usai melaksanakan salat id. Hari pertama lebaran ini juga biasanya dimanfaatkan untuk silaturahmi dengan sanak saudara terlebih dahulu.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PLN Icon Plus Dukung...
PLN Icon Plus Dukung Perayaan Paskah Nasional 2026 di Manado
Panti Werdha di Manado...
Panti Werdha di Manado Terbakar, 16 Lansia Meninggal Dunia
Terjerat Kasus Hukum,...
Terjerat Kasus Hukum, Warga Binaan Rutan Malendeng Ini Tetap Dapat BLT Kesra
Kemendagri dan Setmilpres...
Kemendagri dan Setmilpres Verifikasi Lapangan Program Inovasi Ruang Terbuka Non Hijau Kota Manado
Sekolah Rakyat Bangun...
Sekolah Rakyat Bangun Generasi Berkarakter dan Berdaya Saing di Manado
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Kunjungi Makam Kakek Neneknya, Gibran: Siapa Pun Boleh Ziarah Kubur
Prabowo Ziarah ke Makam...
Prabowo Ziarah ke Makam Kakeknya Margono Djojohadikusumo di Banyumas
Tradisi Ziarah Kubur...
Tradisi Ziarah Kubur Saat Idulfitri, Amalan Berpahala untuk Mengingat Kematian
Wapres Gibran Dijadwalkan...
Wapres Gibran Dijadwalkan Salat Idulfitri di Masjid Istiqlal
Rekomendasi
Argentina vs Aljazair:...
Argentina vs Aljazair: Messi dan Misi Pertahankan Takhta Piala Dunia
Kelompok Suporter Eropa...
Kelompok Suporter Eropa Kritik FIFA: Tribun Piala Dunia 2026 Minim Pemisahan Penonton
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Berita Terkini
Budiman Sudjatmiko Ungkap...
Budiman Sudjatmiko Ungkap Dialog dengan Mahasiswa di UGM Gagal Terjadi: Ada Penghakiman
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
Peringati Tahun Baru...
Peringati Tahun Baru Islam, DPP PSI Santuni 100 Anak Yatim dan Duafa
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
Yayasan Syarif Hidayatullah...
Yayasan Syarif Hidayatullah Dipakai Tanpa Izin, UIN Jakarta Siapkan Langkah Hukum
Infografis
Daftar Negara dengan...
Daftar Negara dengan Pengangguran Terbanyak di ASEAN, Indonesia Urutan Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved