Menjemput Kemenangan dengan Kefitrian, Kejujuran, dan Keadilan
Selasa, 11 Mei 2021 - 10:51 WIB
loading...
Deny Indrayana
A
A
A
Assalamu’alaikum Warohmatullah Wabarokatuh,
Dangsanak se-Banua-an seberataan, alhamdulillah, meskipun masih positif COVID-19 , ulun minta izin menyapa pian semuaan, pastinya kada nang di wilayah pencucukan ulang haja. Penyakit yang dibarikan Allah ini membari ulun kesempatan untuk lebih istirahat, lebih fokus ibadah, dan lebih berkontemplasi di hari-hari terakhir Ramadhan tahun ini. Mudah-mudahan penyakit ini menjadi pembuka pintu bagi pengurang dosa-dosa, karena pastinya ulun bukanlah manusia yang sempurna, penuh salah penuh khilaf juwa.
Dangsanak seberataan, meskipun ulun lagi garing, ikhtiar kita untuk memperjuangkan pemungutan suara ulang (PSU) yang jujur dan adil tidak boleh surut selangkahpun, forward ever backwards never. Sebagaimana rancak ulun sampaikan, perjuangan kita bukan jabatan gubernur. Perjuangan kita jauh lebih suci-murni daripada hanya merebut posisi kekuasaan. Perjuangan kita beimbaian adalah harapan perubahan gasan Banua yang lebih adil, lebih sejahtera. Karenanya, ini lain hajat ulun haja, ini hajat kita seberataan. Bahkan ini hajat gasan anak-cucu kita yang akan datang. Mereka juga berhak atas Banua yang masih sugih sumber daya alamnya. Bukan Banua yang hanya menyisakan bencana, yang banjirnya kada hakun belalu haja, karena kayu dan batubaranya sudah habis dikeruk nafsu serakah semata, yang hanya menyisakan tetesan air mata, karena jatuhnya korban jiwa di lubang bekas tambang di tengah rimba yang seharusnya masih rimbun belantara.
baca juga: Gubernur Khofifah Tetapkan 4 KEE di Jatim, Ini Langkah Dinas Kehutanan
Dangsanak seberataan, beberapa hari lagi Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah, hari penuh kemenangan, hari penuh kesucian. Semangat berjuang dengan nilai-nilai kefitrian, kesucian, kejujuran, dan keadilan itulah yang terus kita gaungkan dan suarakan. “Kada Bedustaan, Kada Bededuitan”. Sedari awal garis start hingga finish perjuangan ini, kita terus istiqomahkan, berjuang dengan cara-cara berpolitik Rasulullah, Sang Uswatun Hasanah. Yang pasti mengharamkan politik uang, politik betapalan, apapun ngarannya sedekah, hadiah, bahkan zakat sekalipun. Karena senyatanya itu hanya topeng dari perilaku korup dan curang, yang harus kita hilangkan. Ulun ingat banar, dan handak konsisten mengamalkan video Abah Guru Sekumpul yang menyambat, “Nang panting disampaikan di sini, apabila handak jadi bupati, atau gubernur nang dijaga jangan sampai main tapal dan sogok”. Pesan tersebut tentu perlu diamalkan kita seberataan, apalagi yang mengaku-ngaku dzuriyat sidin sorang.
Dangsanak se-Banua-an seberataan, alhamdulillah, meskipun masih positif COVID-19 , ulun minta izin menyapa pian semuaan, pastinya kada nang di wilayah pencucukan ulang haja. Penyakit yang dibarikan Allah ini membari ulun kesempatan untuk lebih istirahat, lebih fokus ibadah, dan lebih berkontemplasi di hari-hari terakhir Ramadhan tahun ini. Mudah-mudahan penyakit ini menjadi pembuka pintu bagi pengurang dosa-dosa, karena pastinya ulun bukanlah manusia yang sempurna, penuh salah penuh khilaf juwa.
Dangsanak seberataan, meskipun ulun lagi garing, ikhtiar kita untuk memperjuangkan pemungutan suara ulang (PSU) yang jujur dan adil tidak boleh surut selangkahpun, forward ever backwards never. Sebagaimana rancak ulun sampaikan, perjuangan kita bukan jabatan gubernur. Perjuangan kita jauh lebih suci-murni daripada hanya merebut posisi kekuasaan. Perjuangan kita beimbaian adalah harapan perubahan gasan Banua yang lebih adil, lebih sejahtera. Karenanya, ini lain hajat ulun haja, ini hajat kita seberataan. Bahkan ini hajat gasan anak-cucu kita yang akan datang. Mereka juga berhak atas Banua yang masih sugih sumber daya alamnya. Bukan Banua yang hanya menyisakan bencana, yang banjirnya kada hakun belalu haja, karena kayu dan batubaranya sudah habis dikeruk nafsu serakah semata, yang hanya menyisakan tetesan air mata, karena jatuhnya korban jiwa di lubang bekas tambang di tengah rimba yang seharusnya masih rimbun belantara.
baca juga: Gubernur Khofifah Tetapkan 4 KEE di Jatim, Ini Langkah Dinas Kehutanan
Dangsanak seberataan, beberapa hari lagi Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah, hari penuh kemenangan, hari penuh kesucian. Semangat berjuang dengan nilai-nilai kefitrian, kesucian, kejujuran, dan keadilan itulah yang terus kita gaungkan dan suarakan. “Kada Bedustaan, Kada Bededuitan”. Sedari awal garis start hingga finish perjuangan ini, kita terus istiqomahkan, berjuang dengan cara-cara berpolitik Rasulullah, Sang Uswatun Hasanah. Yang pasti mengharamkan politik uang, politik betapalan, apapun ngarannya sedekah, hadiah, bahkan zakat sekalipun. Karena senyatanya itu hanya topeng dari perilaku korup dan curang, yang harus kita hilangkan. Ulun ingat banar, dan handak konsisten mengamalkan video Abah Guru Sekumpul yang menyambat, “Nang panting disampaikan di sini, apabila handak jadi bupati, atau gubernur nang dijaga jangan sampai main tapal dan sogok”. Pesan tersebut tentu perlu diamalkan kita seberataan, apalagi yang mengaku-ngaku dzuriyat sidin sorang.
Lihat Juga :