Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Strategi Pemerintah lewat Program PEN Diklaim Perbaiki Perekonomian

loading...
Strategi Pemerintah lewat Program PEN Diklaim Perbaiki Perekonomian
Laporan 31 April 2021 menunjukkan program PEN telah terealisasi sebesar, Rp155,6 triliun atau sebesar 22,3% dari pagu Rp699,43 triliun. Foto ist
BOGOR - Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara Kemenkeu RI, Kunta Wibawa mengatakan upaya pemulihan ekonomi lewat program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) mampu memperbaiki ekonomi yang melemah akibat pandemi. Laporan 31 April 2021 menunjukkan program PEN telah terealisasi sebesar, Rp155,6 triliun atau sebesar 22,3% dari pagu Rp699,43 triliun.

“Indikatorindikator makro ekonomi menunjukkan bahwa sudah ada pemulihan, kita menyadari bahwastimulus yang kita gelontorkan itu memang mengenai sasaran,” terang Wibawa dalam dialog yang digelar Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN)-Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Kamis (6/5/2020). Baca juga: Kritik ICW Soal Anggaran PEN buat BUMN: Jangan Sampai Berlindung di Balik Pandemi

Pemerintah, lanjutnya, tidak hanya menggelontorkan dana dukungan dari sisi permintaan masyarakat tapi juga membuka keran permintaan termasuk mendukung pembiayaan bagi UMKM. “Dari sisi pembiayaan UMKM, pemerintah memberikan stimulus subsidi bunga kredit, dengan begitu mereka bisa berusaha kembali, arus kasnya tidak terganggu, kita juga mendorong dari sisi permintaan supaya masyarakat belanja,” ujarnya.

Pencapaian seperti itu menunjukkan stimulus program PEN sudah sesuai dan mencapaitargetnya. Hal inilah yang membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia menuju ke 0% dari posisi minus. Pada kuartal 2 tahun 2021 nanti, diharapkan pertumbuhan ekonomi akan jauh lebihbaik lagi.



Memang, lanjut Wibawa, pekerjaan rumah pemerintah nanti di kuartal 2 itu. "Kita juga terus akan mendorong percepatan dari belanja dan belanja ini tidak hanya belanja PEN, tapi belanja dari Kementerian/Lembaga,” jelasnya.

Bertolak dari itu, menurut Wibawa, pertumbuhan ekonomi di tahun 2021 diperkiraan akan meningkat sekitar 4,5 persen hingga 5,3 persen. Peningkatan 7 persen diperkirakan akan terjadi pada kuartal 2 2021.

"Kita melihat indikator-indikator yang menunjukkan bahwa pemulihan itu terjadi dan kita konsisten untuk terus mendukung pemulihan ekonomi. Pemulihan ekonomi juga harus didukung terutama dari sisi pengendalian COVID-19. Masyarakat dihimbau untuk menjaga protokol kesehatan,” tambah Wibawa

Research Director CORE Indonesia Piter Abdullah mengamini apa yang disampaikan Wibawa. “Kalau kita bandingkan dengan tahun lalu, tahun ini pencapaian dalam hal penyerapan anggaran PEN jauh lebih baik. Memang Pemerintah sudah sejak awal pandemi, memang fokus sekali dengan realisasi-realisasi anggaran PEN,” katanya.

Piter juga mengatakan bahwa pemerintah saat ini sedang berupaya meningkatkan konsumsi. Bukan hanya stimulus dalam bentuk bantuan sosial, tapi ada juga stimulus pelonggaran PPnBM, stimulus PPN. Baca juga: Penyerapan Dana PEN Mengakselerasi Pemulihan Ekonomi

"Ini meningkatkan demand, mendorong kelompok masyarakat kelas menengah atasuntuk berbelanja. Masyarakat kelas menengah atas sudah kembali berbelanja. Selama ini mereka simpan di perbankan,” kata Piter.
(don)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top