Pemprov Sulsel Akselerasi Serapan Belanja Modal
Kamis, 06 Mei 2021 - 13:30 WIB
loading...
Ilustrasi. Foto: SINDOnews
A
A
A
MAKASSAR - Pemprov Sulsel terus mengakselerasi serapan APBD, utamanya belanja modal. Upaya ini dilakukan untuk mendorong percepatan pemulihan ekonomi atas dampak pandemi Covid-19.
Langkah ini menindaklanjuti arahan pemerintahan pusat untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional (PEN) . Sebagaimana diamanatkan Presiden Joko Widodo dalam musyawarah perencanaan pembangunan nasional 2021 secara virtual, Selasa (5/4) lalu.
Baca juga:Sekprov Sulsel Ikuti Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional 2021
Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman menuturkan, arahan Presiden akan menjadi masukan yang baik dalam rangka perencanaan pembangunan ke depan, dalam hal ini penekanannya untuk mendorong serapan anggaran.
"Sesuai arahan Bapak Presiden, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga terus memaksimalkan serapan anggaran, khususnya pada belanja modal. Belanja modal menjadi faktor terpenting, karena dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan menciptakan peredaran uang di masyarakat," jelasnya dalam rilis yang diterima wartawan.
Selain itu, Andi Sudirman mengaku, perencanaan program ke depan harus menuju era digital infrastruktur. “Kita harus mampu mencetak smart digital inovator (specialist) dengan penciptaan teknologi yang handal, mampu bersaing, dan kompetitif,” papar Andi Sudirman .
Baca juga:Plt Gubernur Dorong Pengembangan Kawasan Industri di Kabupaten Maros
Sementara Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani mengemukakan, sejalan dengan pemerintah pusat, Pemprov Sulsel di tengah pandemi ini dalam perencanaan pembangunan dilakukan dengan cepat dan tepat.
“Kita segera dan juga sejalan dengan pemerintah pusat. Dengan pandemi yang ada kita lakukan refocusing. Pilihannya satu, adalah bagaimana percepatan dan ketepatan yang kita lakukan untuk perencanaan yang baik,” ucapnya.
Dalam kesempatannya, Presiden Jokowi menekankan, meskipun dalam pelaksanaan pembangunan harus dinamis. Tujuannya tetap sama, yaitu untuk menyejahterakan rakyat dan memajukan bangsa.
“Yang tidak berubah adalah tujuan utamanya, yaitu untuk menyejahterakan rakyat, untuk memajukan bangsa. Tetapi, caranya seringkali harus berubah karena tantangan dan peluangnya setiap saat juga bisa berubah-ubah,” ujar tutur dia.
Baca juga:AMAK Sebut Penyaluran BPNT di Tingkat Kabupaten Bermasalah
Perencanaan pembangunan ke depan disinggung sudah saatnya berbasi digital. Pelayanan publik secara bertahap harus menuju pemanfaatan teknologi, baik dari sektor birokrasi, pendidikan, hingga bisnis retail.
“Ketika kita butuh data yang cepat, data yang akurat, data yang terintegrasi, yang kita butuhkan adalah teknologi digital. Ketika kita butuh obat, butuh vaksin, butuh alat-alat kesehatan, yang kita butuhkan untuk cepatnya adalah kita butuh teknologi,” pungkas Jokowi .
Langkah ini menindaklanjuti arahan pemerintahan pusat untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional (PEN) . Sebagaimana diamanatkan Presiden Joko Widodo dalam musyawarah perencanaan pembangunan nasional 2021 secara virtual, Selasa (5/4) lalu.
Baca juga:Sekprov Sulsel Ikuti Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional 2021
Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman menuturkan, arahan Presiden akan menjadi masukan yang baik dalam rangka perencanaan pembangunan ke depan, dalam hal ini penekanannya untuk mendorong serapan anggaran.
"Sesuai arahan Bapak Presiden, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga terus memaksimalkan serapan anggaran, khususnya pada belanja modal. Belanja modal menjadi faktor terpenting, karena dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan menciptakan peredaran uang di masyarakat," jelasnya dalam rilis yang diterima wartawan.
Selain itu, Andi Sudirman mengaku, perencanaan program ke depan harus menuju era digital infrastruktur. “Kita harus mampu mencetak smart digital inovator (specialist) dengan penciptaan teknologi yang handal, mampu bersaing, dan kompetitif,” papar Andi Sudirman .
Baca juga:Plt Gubernur Dorong Pengembangan Kawasan Industri di Kabupaten Maros
Sementara Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani mengemukakan, sejalan dengan pemerintah pusat, Pemprov Sulsel di tengah pandemi ini dalam perencanaan pembangunan dilakukan dengan cepat dan tepat.
“Kita segera dan juga sejalan dengan pemerintah pusat. Dengan pandemi yang ada kita lakukan refocusing. Pilihannya satu, adalah bagaimana percepatan dan ketepatan yang kita lakukan untuk perencanaan yang baik,” ucapnya.
Dalam kesempatannya, Presiden Jokowi menekankan, meskipun dalam pelaksanaan pembangunan harus dinamis. Tujuannya tetap sama, yaitu untuk menyejahterakan rakyat dan memajukan bangsa.
“Yang tidak berubah adalah tujuan utamanya, yaitu untuk menyejahterakan rakyat, untuk memajukan bangsa. Tetapi, caranya seringkali harus berubah karena tantangan dan peluangnya setiap saat juga bisa berubah-ubah,” ujar tutur dia.
Baca juga:AMAK Sebut Penyaluran BPNT di Tingkat Kabupaten Bermasalah
Perencanaan pembangunan ke depan disinggung sudah saatnya berbasi digital. Pelayanan publik secara bertahap harus menuju pemanfaatan teknologi, baik dari sektor birokrasi, pendidikan, hingga bisnis retail.
“Ketika kita butuh data yang cepat, data yang akurat, data yang terintegrasi, yang kita butuhkan adalah teknologi digital. Ketika kita butuh obat, butuh vaksin, butuh alat-alat kesehatan, yang kita butuhkan untuk cepatnya adalah kita butuh teknologi,” pungkas Jokowi .
(luq)
Lihat Juga :