Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Tingkat Pengangguran Terbuka di Jawa Timur Naik Menjadi 5,17 Persen

loading...
Tingkat Pengangguran Terbuka di Jawa Timur Naik Menjadi 5,17 Persen
ilustrasi
SURABAYA - Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jatim pada Februari 2021 sebesar 5,17%, naik 1,57% dibanding Februari 2020. Jika dibandingkan terhadap Agustus 2020, terjadi penurunan TPT sebesar 0,67%.

TPT adalah indikator yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat penawaran tenaga kerja yang tidak terserap oleh pasar kerja. “Dilihat dari daerah tempat tinggalnya, TPT di daerah perkotaan lebih tinggi dibanding perdesaan,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Dadang Hardiwan, Kamis (6/5/2021).

Baca juga: Harga Bahan Pokok Jelang Lebaran di Jawa Timur Stabil

Pada Februari 2021, TPT perkotaan sebesar 7,01%. Sedangkan TPT perdesaan sebesar 3,13%. Dibandingkan Februari 2020 atau sebelum pandemi COVID-19, terjadi kenaikan TPT baik di daerah perkotaan maupun perdesaan. Kenaikan TPT di perkotaan cukup tajam, yakni sebesar 2,34%.



“TPT laki-laki cenderung lebih tinggi dibanding perempuan. Pada Februari 2021, TPT laki-laki sebesar 5,88%. Jauh lebih tinggi dibandingkan TPT perempuan yang sebesar 4,17%,” ujar Dadang.

TPT laki-laki dan TPT perempuan pada Februari 2021 sama-sama mengalami kenaikan dibandingkan Februari 2020. Dibandingkan Februari 2020, TPT laki-laki naik 2,31%. Sedangkan TPT perempuan naik 0,52%. Peran laki-laki cenderung sebagai kepala keluarga atau pencari nafkah utama menjadi salah satu penyebab tingginya TPT laki-laki dibanding perempuan.

“Dilihat dari tingkat pendidikan yang ditamatkan pada Februari 2021, TPT untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih mendominasi. Yakni sebesar 10,41%,” tandas Dadang.

Baca juga: 155.005 Personel Gabungan Diterjunkan dalam Operasi Ketupat Semeru 2021

TPT tertinggi berikutnya adalah Sekolah Menengah Atas (SMA) sebesar 7,57%. Sebaliknya, TPT terendah terdapat pada pendidikan SD ke bawah sebesar 2,27%. “Penduduk dengan pendidikan rendah cenderung lebih mudah menerima tawaran pekerjaan apa saja tanpa banyak mengajukan persyaratan karena keterbatasan pendidikan/ijazah yang dimiliki,” terang Dadang.

Data BPS Jatim juga menunjukkan, jumlah penduduk usia kerja (berusia 15 tahun ke atas) di Jatim pada Februari 2021 sebanyak 31,80 juta orang, naik 234.440 orang dibandingkan Februari 2021 dan naik 137.260 orang dibandingkan Agustus 2020.



Dari total penduduk usia kerja pada Februari 2021 tersebut, 22,18 juta orang diantaranya merupakan angkatan kerja. Sisanya merupakan bukan angkatan kerja. “Jumlah angkatan kerja pada Februari 2021 di Jatim turun 1,53% atau sekitar 343.980 orang dibandingkan Februari 2020,” pungkas Dadang
(msd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top