Ngeri, Buaya Berjemur Sambil Membuka Mulut di Agam
Selasa, 04 Mei 2021 - 19:13 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Kendari Masih Membara, Brimob dan Dalmas Polda Sultra Diterjunkan Bersenjata Lengkap
HCV kata Ade, merupakan areal di dalam konsesi perkebunan kelapa sawit yang memiliki nilai konservasi tinggi, sehingga perlu dipertahankan dan dikelola untuk menjaga keberlanjutan fungsi ragam hayati, fungsi tata air dan kesuburan tanah serta sosial budaya.
“Selain buaya, di lokasi tersebut juga ada beruang, berbagai jenis burung elang, siamang, kucing bakau dan beberapa satwa yang dilindungi lainnya," ucapnya.
Baca juga: TPNPB OPM Tantang dan Siap Ladeni Pasukan Setan TNI di Hutan Nduga Papua
Ade meminta pihak perusahaan untuk memberikan pemahaman kepada para pekerja yang menempati mess untuk tidak membuang sampah sisa rumah tangga ke sungai lokasi HCV. "Ini akan memancing buaya datang dan muncul dekat dengan pemukiman pekerja dan berdampak berdampak buruk bagi warga,” tukasnya.
HCV kata Ade, merupakan areal di dalam konsesi perkebunan kelapa sawit yang memiliki nilai konservasi tinggi, sehingga perlu dipertahankan dan dikelola untuk menjaga keberlanjutan fungsi ragam hayati, fungsi tata air dan kesuburan tanah serta sosial budaya.
“Selain buaya, di lokasi tersebut juga ada beruang, berbagai jenis burung elang, siamang, kucing bakau dan beberapa satwa yang dilindungi lainnya," ucapnya.
Baca juga: TPNPB OPM Tantang dan Siap Ladeni Pasukan Setan TNI di Hutan Nduga Papua
Ade meminta pihak perusahaan untuk memberikan pemahaman kepada para pekerja yang menempati mess untuk tidak membuang sampah sisa rumah tangga ke sungai lokasi HCV. "Ini akan memancing buaya datang dan muncul dekat dengan pemukiman pekerja dan berdampak berdampak buruk bagi warga,” tukasnya.
(nic)
Lihat Juga :