Ngeri, Buaya Berjemur Sambil Membuka Mulut di Agam
Selasa, 04 Mei 2021 - 19:13 WIB
loading...
Seekor asyik berjemur di pinggir sungai Jorong Ujung Labung, Nagari Tiku V Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, dan sempat diabadikan warga. Foto: Istimewa
A
A
A
AGAM - Seekor buaya muncul di pinggir sungai sambil berjemur di Jorong Ujung Labung, Nagari Tiku V Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam , Sumatera Barat ( Sumbar ), menggegerkan warga sekitar.
Bahkan buaya tersebut sempat diabadikan dalam video dan tersebar di media sosial dengan durasi 25 detik, dalam video tersebut buaya berjemur sambil membuka mulut.
![Ngeri, Buaya Berjemur Sambil Membuka Mulut di Agam]()
Baca juga: Suami Laporkan Mertua ke Polisi Karena Tahu Istrinya Diperkosa Berulangkali Sebelum Menikah
Kepala BKSDA Resor Agam, Ade Putra mengatakan, hewan tersebut diketahui setelah beredarnya video buaya sedang berjemur dengan mulut menganga tak jauh dari kebun pisang milik warga setempat. "Kami menerima laporan, hewan tersebut sudah muncul dalam satu bulan belakangan, ada sekitar dua hingga lima ekor tapi tidak mengganggu warga,” ungkap Ade, Selasa (4/5/2021)
Kata Ade, setelah tim BKSDA ke lokasi munculnya buaya tersebut ternyata memang berada di habitatnya. “Daerah tersebut merupakan daerah konservasi High Conservation Values (HCV) PT Mutiara Agam. Sedangkan pemukiman merupakan mess bagi pekerja PT Mutiara Agam yang berada berdampingan dengan lokasi HCV," katanya.
Baca juga: Kendari Masih Membara, Brimob dan Dalmas Polda Sultra Diterjunkan Bersenjata Lengkap
HCV kata Ade, merupakan areal di dalam konsesi perkebunan kelapa sawit yang memiliki nilai konservasi tinggi, sehingga perlu dipertahankan dan dikelola untuk menjaga keberlanjutan fungsi ragam hayati, fungsi tata air dan kesuburan tanah serta sosial budaya.
“Selain buaya, di lokasi tersebut juga ada beruang, berbagai jenis burung elang, siamang, kucing bakau dan beberapa satwa yang dilindungi lainnya," ucapnya.
Baca juga: TPNPB OPM Tantang dan Siap Ladeni Pasukan Setan TNI di Hutan Nduga Papua
Ade meminta pihak perusahaan untuk memberikan pemahaman kepada para pekerja yang menempati mess untuk tidak membuang sampah sisa rumah tangga ke sungai lokasi HCV. "Ini akan memancing buaya datang dan muncul dekat dengan pemukiman pekerja dan berdampak berdampak buruk bagi warga,” tukasnya.
Bahkan buaya tersebut sempat diabadikan dalam video dan tersebar di media sosial dengan durasi 25 detik, dalam video tersebut buaya berjemur sambil membuka mulut.
.jpg)
Baca juga: Suami Laporkan Mertua ke Polisi Karena Tahu Istrinya Diperkosa Berulangkali Sebelum Menikah
Kepala BKSDA Resor Agam, Ade Putra mengatakan, hewan tersebut diketahui setelah beredarnya video buaya sedang berjemur dengan mulut menganga tak jauh dari kebun pisang milik warga setempat. "Kami menerima laporan, hewan tersebut sudah muncul dalam satu bulan belakangan, ada sekitar dua hingga lima ekor tapi tidak mengganggu warga,” ungkap Ade, Selasa (4/5/2021)
Kata Ade, setelah tim BKSDA ke lokasi munculnya buaya tersebut ternyata memang berada di habitatnya. “Daerah tersebut merupakan daerah konservasi High Conservation Values (HCV) PT Mutiara Agam. Sedangkan pemukiman merupakan mess bagi pekerja PT Mutiara Agam yang berada berdampingan dengan lokasi HCV," katanya.
Baca juga: Kendari Masih Membara, Brimob dan Dalmas Polda Sultra Diterjunkan Bersenjata Lengkap
HCV kata Ade, merupakan areal di dalam konsesi perkebunan kelapa sawit yang memiliki nilai konservasi tinggi, sehingga perlu dipertahankan dan dikelola untuk menjaga keberlanjutan fungsi ragam hayati, fungsi tata air dan kesuburan tanah serta sosial budaya.
“Selain buaya, di lokasi tersebut juga ada beruang, berbagai jenis burung elang, siamang, kucing bakau dan beberapa satwa yang dilindungi lainnya," ucapnya.
Baca juga: TPNPB OPM Tantang dan Siap Ladeni Pasukan Setan TNI di Hutan Nduga Papua
Ade meminta pihak perusahaan untuk memberikan pemahaman kepada para pekerja yang menempati mess untuk tidak membuang sampah sisa rumah tangga ke sungai lokasi HCV. "Ini akan memancing buaya datang dan muncul dekat dengan pemukiman pekerja dan berdampak berdampak buruk bagi warga,” tukasnya.
(nic)
Lihat Juga :