Gedung SD, Rumah Guru dan Puskesmas Dibakar saat 6 Kelompok OPM Masih Berkumpul di Kabupaten Puncak

loading...
Gedung SD, Rumah Guru dan Puskesmas Dibakar saat 6 Kelompok OPM Masih Berkumpul di Kabupaten Puncak
Teror dilakukan anggota enam kelompok OPM yang tengah berkumpul di Kabupaten Puncak Papua dengan membakar gedung SD, rumah dinas guru dan Puskesmas di Ilaga. Foto Bidhumas Polda Papua
ILAGA - Teror kembali dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau yang lebih dikenal dengan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak Papua . Dimana bangunan SD Inpres Mayuberi, dua unit rumah dinas guru, dan Puskesmas lama Ilaga Utara di Kampung Mayuberi, Distrik Ilaga Utara, dibakar pada Senin (3/5/2021).

Selain itu Jembatan Kimak, Jalan Tagaloa dan Jalan Wuloni pintu angin juga dirusak oleh kelompok separatis yang telah dilabeli sebagai teroris tersebut.

Teror ini dilakukan oleh anggota enam kelompok OPM yang tengah berkumpul di Kabupaten Puncak Papua. Kelompok-kelompok tersebut diperkirakan diantaranya kelompok Lekagak Telenggen, Egianus Kogoya, Jhony Botak, Goliat Tabuni, Sabinus Waker dan Militer Murib. Berkumpulnya anggota enam kelompok OPM tersebut untuk menghadiri acara bakar honai di Kabupaten Puncak yang selesai pada hari Selasa (4/5/2021) ini.

Baca : OPM Kembali Tebar Teror di Ilaga! Gedung SD, Rumah Guru dan Puskesmas Dibakar

Berkumpulnya enam kelompok besar OPM bukannya tidak diantisipasi, karena Pasukan TNI-Polri dalam jumlah besar juga telah dikerahkan ke Kabupaten Puncak bahkan dipimpin oleh beberapa jenderal bintang satu. Mereka membawahi satuannya masing masing.



Kepala Kepolisian Daerah Papua Irjen Mathius D Fakhiri dalam keterangannya kepada wartawan mengakui jika ada enam kelompok besar KKB atau OPM yang intens melakukan kegiatan teror di Distrik, Ilaga dan Beoga di Kabupaten Puncak; Distrik Sugapa di Kabupaten Intan Jaya dan di Nduga, Papua.

Kapolda memastikan penanganan KKB belum akan berubah. Aparat keamanan, kata dia, akan sebisa mungkin mengedepankan pendekatan kesejahteraan sebelum melakukan penindakan hukum.

"Kita tetap mengedepankan pendekatan kesejahteraan, tentunya sebagai Kapolda Papua dalam menyikapi keputusan pemerintah tentu kita laksanakan, tetapi tetap berpedoman terhadap apa yang sudah kita lakukan karena disitu penegakan hukum telah dilaksanakan," kata Kapolda Papua dalam pernyataan tertulis yang diterima SINDOnews, Senin (3/5/2021).

Baca juga : 6 Kelompok OPM Akan Ditangkap Hidup-hidup, 2 Diantaranya Lekagak Telenggen dan Egianus Kogoya

Menurut Kapolda, penindakan hukum kepada KKB akan tetap dilakukan selama mereka masih membuat aksi kekerasan bersenjata.



"Kita tegas tapi terukur, kita tidak main-main dengan kelompok ini, penegakan hukum itu kita lihat secara baik, dampak penindakan itu jangan sampai menimbulkan persoalan baru, kita tidak mau penindakan ini membuat luka. Kita akan selalu berusaha semkasimal mungkin untuk menangkap para pelaku aksi KKB dalam keadaan hidup, agar kami bisa menggali informasi terkait jaringan lainnya, namun apabila mereka melakukan perlawanan maka kami akan mengambil tindakan tegas terukur yaitu melumpuhkan," paparnya.
(sms)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top