Kota Mojokerto Masuk 16 Daerah di Indonesia dengan Capaian Vaksinasi Lansia Tertinggi
Rabu, 28 April 2021 - 21:22 WIB
loading...
A
A
A
Kemenkes juga mencatat, ada 498 kabupaten/kota dengan capaian vaksinasi lansia di bawah 50 Kemenkes. Dan tercatat delapan kabupaten/kota yang belum memulai pelayanan vaksinasi lansia.
“Kita patut bersyukur, Kota Mojokerto masuk dalam daftar kabupaten/kota se-Indonesia dengan capaian vaksinasi lebih dari 50 persen. Karena, daerah lain yang berada 16 besar sebagian besar merupakan kota besar dengan dukungan sentra vaksinasi dari Kementerian BUMN,” kata Wali Kota Mojokerto Ning Ita, Rabu (28/4/2021).
Menurut Ning Ita, secara nasional program vaksinasi untuk lansia di Indonesia terbilang lambat. Dari target sasaran 21,6 juta lansia, baru sekitar 11 persen yang sudah mendapatkan suntikan pertama vaksin Covid-19.
“Capaian vaksinasi untuk lansia juga masih jauh jika dibandingkan dengan kelompok prioritas lain, yakni Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan dan petugas publik. Namun kita harus mengejar ketertinggalan ini dengan menyiapkan langkah-langkah strategis agar vaksinasi lansia bisa lebih maksimal,” ujarnya.
Wali Kota menyebut beberapa faktor yang menyebabkan alur vaksinasi melambat. Dari penerimaan edukasi yang kurang hingga kesulitan mengakses pendaftaran vaksin, karena banyak lansia yang tidak familier dengan daring.
“Kita patut bersyukur, Kota Mojokerto masuk dalam daftar kabupaten/kota se-Indonesia dengan capaian vaksinasi lebih dari 50 persen. Karena, daerah lain yang berada 16 besar sebagian besar merupakan kota besar dengan dukungan sentra vaksinasi dari Kementerian BUMN,” kata Wali Kota Mojokerto Ning Ita, Rabu (28/4/2021).
Menurut Ning Ita, secara nasional program vaksinasi untuk lansia di Indonesia terbilang lambat. Dari target sasaran 21,6 juta lansia, baru sekitar 11 persen yang sudah mendapatkan suntikan pertama vaksin Covid-19.
“Capaian vaksinasi untuk lansia juga masih jauh jika dibandingkan dengan kelompok prioritas lain, yakni Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan dan petugas publik. Namun kita harus mengejar ketertinggalan ini dengan menyiapkan langkah-langkah strategis agar vaksinasi lansia bisa lebih maksimal,” ujarnya.
Wali Kota menyebut beberapa faktor yang menyebabkan alur vaksinasi melambat. Dari penerimaan edukasi yang kurang hingga kesulitan mengakses pendaftaran vaksin, karena banyak lansia yang tidak familier dengan daring.
Lihat Juga :