Mudik Dilarang Lagi, Perantau Pulang Kampung Lebih Awal
Sabtu, 17 April 2021 - 15:12 WIB
loading...
Sejumlah pengguna jalan tol Semarang-Solo saat beristirahat di rest area 456 yang berada di wilayah Pabelan, Kabupaten Semarang, Sabtu (17/4/2021). Foto/SINDOnews/Angga Rosa
A
A
A
SEMARANG - Sejumlah perantau memilih pulang kampung sebelum Lebaran setelah pemerintah melarang masyarakat mudik pada 6-17 Mei 2021. Alasannya, pada Lebaran tahun lalu sudah tidak mudik.
Baca juga: Pemda Dinilai Perlu Berupaya Melarang Masyarakat Tidak Mudik
Seperti yang dikemukakan Yoyok (40), asal Pracimantoro, Wonogiri, Jateng. Lelaki ini bersama keluarganya memilih mudik lebih awal karena lebaran tahun ini pemerintah melarang para perantau untuk mudik.
Baca juga: Perketat Jalur Tikus di Bekasi, Polisi Jaga Posko Mudik 24 Jam
"Saya pilih pulang kampung sekarang karena lebaran tidak boleh mudik. Sudah lama tidak mudik dan pingin berkumpul dengan keluarga," ujar lelaki yang merantau di Jakarta ini saat ditemui di rest area 456 jalan tol Semarang-Solo, Sabtu (17/4/2021).
Menurutnya, larangan mudik pada saat Lebaran nanti memang baik untuk mencegah penyebaran COVID-19. Sebab, seperti pengalaman tahun sebelumnya, setiap mudik jutaan jiwa penduduk melakukan perjalanan . "Kalau itu terjadi, potensi penularan COVID-19 memang tinggi," ujarnya.
Baca juga: Pemda Dinilai Perlu Berupaya Melarang Masyarakat Tidak Mudik
Seperti yang dikemukakan Yoyok (40), asal Pracimantoro, Wonogiri, Jateng. Lelaki ini bersama keluarganya memilih mudik lebih awal karena lebaran tahun ini pemerintah melarang para perantau untuk mudik.
Baca juga: Perketat Jalur Tikus di Bekasi, Polisi Jaga Posko Mudik 24 Jam
"Saya pilih pulang kampung sekarang karena lebaran tidak boleh mudik. Sudah lama tidak mudik dan pingin berkumpul dengan keluarga," ujar lelaki yang merantau di Jakarta ini saat ditemui di rest area 456 jalan tol Semarang-Solo, Sabtu (17/4/2021).
Menurutnya, larangan mudik pada saat Lebaran nanti memang baik untuk mencegah penyebaran COVID-19. Sebab, seperti pengalaman tahun sebelumnya, setiap mudik jutaan jiwa penduduk melakukan perjalanan . "Kalau itu terjadi, potensi penularan COVID-19 memang tinggi," ujarnya.
Lihat Juga :