Mudik Dilarang Lagi, Perantau Pulang Kampung Lebih Awal

loading...
Mudik Dilarang Lagi, Perantau Pulang Kampung Lebih Awal
Sejumlah pengguna jalan tol Semarang-Solo saat beristirahat di rest area 456 yang berada di wilayah Pabelan, Kabupaten Semarang, Sabtu (17/4/2021). Foto/SINDOnews/Angga Rosa
SEMARANG - Sejumlah perantau memilih pulang kampung sebelum Lebaran setelah pemerintah melarang masyarakat mudik pada 6-17 Mei 2021. Alasannya, pada Lebaran tahun lalu sudah tidak mudik.

Baca juga: Pemda Dinilai Perlu Berupaya Melarang Masyarakat Tidak Mudik

Seperti yang dikemukakan Yoyok (40), asal Pracimantoro, Wonogiri, Jateng. Lelaki ini bersama keluarganya memilih mudik lebih awal karena lebaran tahun ini pemerintah melarang para perantau untuk mudik.

Baca juga: Perketat Jalur Tikus di Bekasi, Polisi Jaga Posko Mudik 24 Jam

"Saya pilih pulang kampung sekarang karena lebaran tidak boleh mudik. Sudah lama tidak mudik dan pingin berkumpul dengan keluarga," ujar lelaki yang merantau di Jakarta ini saat ditemui di rest area 456 jalan tol Semarang-Solo, Sabtu (17/4/2021).



Menurutnya, larangan mudik pada saat Lebaran nanti memang baik untuk mencegah penyebaran COVID-19. Sebab, seperti pengalaman tahun sebelumnya, setiap mudik jutaan jiwa penduduk melakukan perjalanan . "Kalau itu terjadi, potensi penularan COVID-19 memang tinggi," ujarnya.



Dia mengatakan, jika para perantau diperbolehkan pulang kampung sebelum larangan mudik diterapkan, tentunya ini sangat membantu para perantau untuk bertemu dengan keluarga di kampung halaman.

"Hampir dua tahun tidak bertemu keluarga di kampung, saya sudah kangen. Ini ada kesempatan pulang, ya saya dan keluarga pulang kampung," katanya.

Dia menuturkan, rencana awal dirinya akan mudik menjelang Lebaran nanti. Ternyata pemerintah melarang mudik. Maka dari itu, kata Yoyok, dirinya dan keluarga memilih pulang kampung lebih awal agar bisa berkumpul lama dengan keluarga.



"Mumpung belum dilarang, pulang dulu. Meski tidak bisa lebaran di kampung halaman, yang penting sudah bisa kumpul keluarga," ujarnya.

Terkait adanya potensi penularan COVID-19, dia mengaku, sudah menerapkan protokol kesehatan secara ketat guna mengantisipasinya. "Protokol kesehatan sudah diterapkan, lain-lain kita serahkan saja pada Tuhan," ucapnya.
(shf)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top