Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Balap Liar Usai Sahur Dibubarkan Polisi, Puluhan Pemuda Tunggang Langgang

loading...
Balap Liar Usai Sahur Dibubarkan Polisi, Puluhan Pemuda Tunggang Langgang
Petugas dari Polres Cimahi saat melakukan razia kepada pemuda yang diduga melakukan balapan liar, sementara sejumlah pengendara motor yang akan balapan memilih untuk memutar arah karena khawatir kena razia. Foto/Istimewa
CIMAHI - Aksi balapan liar puluhan remaja tanggung setiap habis sahur dan menjelang berbuka di daerah Margaasih, yang masuk wilayah hukum Polres Cimahi, membuat masyarakat resah.

Pasalnya mereka memanfaatkan ruas jalan Gerbang Tol Margaasih yang kondisinya lurus untuk adu cepat kuda besi sehingga mengancam keselamatan warga lainnya dan mengganggu ketertiban umum.

Salah seorang warga sekitar Asep (49) mengatakan, para remaja itu melakukan aksi balapannya selepas sahur. Motor yang digunakan juga bukan motor standar karena knalpotnya sudah diganti sehingga memekakan telinga.

"Sangat mengganggu, selain karena berisik juga membahayakan pengguna jalan lainnya," ucapnya, Sabtu (17/4/2021).



Baca juga: Unik Nih! Bayi Kembar Tiga di Pangandaran Diberi Nama Rumah Sakit

Menurutnya, aksi balapan juga sering kali dilakukan menjelang berbuka puasa. Sepertinya sudah menjadi tradisi bagi anak-anak muda tersebut, setiap kali bulan puasa sambil ngabuburit (nunggu waktu buka), melakukan balapan liar. Aksi mereka mengganggu warga yang istirahat dan yang sedang beribadah.

"Warga mendukung kalau ada razia sama polisi, bagusnya tiap hari dirazia biar tidak ada lagi yang balapan liar," tuturnya.

KBO Satlantas Polres Cimahi, Iptu Erin Heriduansyah mengatakan penertiban balap liar yang dilakukan di kawasan Margaasih berdasarkan laporan dari masyarakat yang merasa terganggu.

Baca juga: Datang ke ITB, Kepala BPOM Dukung Pengembangan Vaksin Merah Putih

Hasil dari pada ops penindakan laporan masyarakat adanya balapan liar itu, pihaknya mengamankan satu unit kendaraan yang tidak layak pakai. Rem belakang blong dan spesifikasi tidak standar. "Satu motor kami sita dan ditilang pengendaranya," ucapnya.



Pihaknya meminta warga untuk turut mencegah adanya aksi balapan liar dengan melakukan pengamanan internal. "Masyarakat juga harus rutin melaporkan aksi balap liar dan melaksanakan pengamanan internal untuk mencegah adanya balapan liar," pungkasnya.
(msd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top